wonderfull cha

wonderfull cha
anak shalehah, cerdas dan lembut hati

Kamis, 30 Desember 2010

Catatan icha 7: Kakak untuk ICHA

Icha...anakku yang masih imut, baru 1,5 bulan usianya. icha punya kakak lho..namanya kakak taza dan kakak nunu. kak taza n kak nu adalah anak ummi. Alhamdulillah ya...ga cuma dapat ummi tapi juga dapat kakak, 2 lagi. kakak nunu usianya 3 tahun, kak taza masih bayi juga baru 4 bulan.

kalo ummi kerja, kak nunu dititip ke rumah cinta 1, kak taza di rumah cinta 3 sama icha. setiap hari bu rini menjemput kak taza dirumah ummi. Ummi ga mngkin bisa gendong bayi sambil naik motor. karena abi kerja di daerah lain, yang pulangnya cuma sabtu minggu. wah....ummi memang strugle ya. mengurus 2 balita sambil kerja,...eh ketambahan 1 lagi icha he he.

moga Allah berikan ummi kesehatan selalu ya.... dan cepat berkumpul lagi dengan abi.

Rabu, 29 Desember 2010

Catatan Icha 6 : UMMI untuk ICHA


Namanya mbak asih, seorang ummi dengan peran ganda sebagai ibu yg bekerja di luar jg. Orangnya sangat energik dan optimis. kami adalah teman mengaji. sejak kepindahan kerja bunda di siak, mengaji pun ikut pindah. Lingkaran cinta di siak menjadikan bunda mengenal mbak asih.

Interaksi kami biasa saja, tidak terlalu dekat tapi juga tidak jauh. karena kesibukan kami, walau menjadi tetangga tapi jarang silahturahmi. Sampai ada satu peristiwa yang menjadikan kami begitu 'dekat'. Putri cantikku, Icha ... agar icha mendapat gizi seimbang atas saran mbak hasni ( psikolog dr jogja ) agar icha dicarikan ibu susuan. Seorang ibu yang rela berbagi ASI dan kasih sayangya untuk ICHA.

Kata-kata mbak hasni terngingang terus, : "Dek,....anak tidak sekedar butuh ASI ibu, namun aktivitas menghisap puting ibu dan mendengar detak jantung ibu turut membantu kemtangan eprkembangan emosinya nanti".

Pada siapa kah bunda bisa berharap.....dalam sholat, ku munajatkan pada ALLAH sekiranya boleh meminta lagi berilah icha ibu yang bisa menyusuinya dan berbagi kasih sayang.

Mulailah bunda membayangkan wajah teman-teman yang sedang menyusui, ada umi kia tapi ASInya sudah tidak lancar lagi, ada ummi Khonsa ternyata juga sama. Kemudian ketika bunda sedang sharing dg teman d skolah. tiba2 pk ghozali mendengar, dn ermaksud menanyakn pd istriny dl apkh bisa menyusui icha. bunda pun berharap dn menanti kbr.....bunda tdk berani mndesak untuk sgr p ghozali mmbri jwbn krn anakny sdg sakit d rsud.

Karena tak kunjung ada kabar dr pak ghozali, ..bunda mulai search lg...tapi sudah pasrah. sampai tiba waktu mengaji...dan spontan aja bunda share : ..."Siapa ya yang mau jadi Ibu Susuan Icha???",
Mbak asih yang baru datang dan berdiri dekat pintu menjawab :"Insya ALlah ane mau ukhti, tapi ane minta ijin dulu sama abinya ya."

Subhanallah....seperti mendapat tetsan air digurun sahara...jawaban mbak asih adalah sebuah harapan yang membuat bunda makin optimis dan yakin bahwa Allah ridlo dan sayang dengan Icha. Allah menitipkan Icha pada bunda dan ayah, dan Allah membantu segala kebutuhan icha. Alhamdulillah

Besoknya....ada SMS dari mbak asih yang menyatakan kesediaanya untuk menjadi ibu juga buat ICHA. suaminya pun sangat mendukung....

keesokan harinya kami bertemu untuk membahas teknis kapan mbak asih menyusui icha. Untuk memudahkan mbak asih menyusui, Ica pun mulai di titipkan di rumah cinta karena taza ( anak mb asih ) juga disana. jadi mbak asih bisa langsung menyusui keduanya pada pagi, siang dan sore hari.

Rabb...kalau bisa hamba ekspresikan syukur ini....ingin rasanya memeluk mbak asih...ingin rasanya mengatakan padanya..Ukhti, ku mencintaimu karena Allah...begitu luhur budimu. Semoga Allah mempermudah dan memberkahi kehidupanmu.

Begitulah skenario Allah yang ingin 'mendekatkan' kami ummi dan bunda. pelan...bunda rasakan kecintaan yang mulai tumbuh untuk nunu dan tazza. kecintaan yang tumbuh alami, bukan karena apa yg telah mb asih lakukan buat icha.
Seperti yg mb asih harapkan.....apapun yg dilakukan jgn memberi sesuatu sbg balas jasa.

ya mbak....cinta itu akan tumbuh subur diantara kita,......
bunda belajar banyak dari ummi.....keteguhan, kesabaran, optimis dan....kasih sayang yg berlimpah.

Sabtu, 25 Desember 2010

Jenis Permainan BAYI Usia 8 – 12 bulan

Jenis Permainan BAYI Usia 8 – 12 bulan

Saat bayi menjejak usia 8 hingga 12 bulan, jenis permainan tambah beragam sesuai perkembangan bayi. Inilah sederet jenis permainan bayi usia 8-12 bulan.


Jenis Permainan

Usia

Manfaat
Menerka Kotak

Bayi 8 bulan keatas


*

Membantu mengembangkan konsep ruang (spasial) bagi bayi, “dalam”, “luar” “di bawah”, “di atas”
*

Mendukung perkembangan motorik bayi
*

Membantu koordinasi mata dengan tangan
*

Menambah pembendaharaan kosa kata bayi

Mencari Mainan Tersembunyi

Bayi 8 bulan keatas


*

Memberi dampak positif bagi perkembangan emosi bayi
*

Memahami konsep hilang-timbul, sebab-akibat
*

Menstimulasi koordinasi mata-tangan-kaki, taktil dan keberadaan permanen suatu benda

Serunya saat mandi

Bayi 9 bulan keatas


*

Mengasah kepekaan indera peraba bayi
*

Membantu bereksplorasi dengan mainan aneka bentuk dan warna
*

Menambah pembendaharaan kosa kata bayi
*

Membantu mengembangkan konsep ruang
*

Memberikan pemahaman awal mengenai sifat benda
*

Menstimulasi koordinasi mata-tangan, motorik halus dan taktil

Yuk, Baca Buku

Bayi 8 – 12 bulan


*

Membantu mengembangkan kemampuan berbahasa bayi
*

Membantu keinginan dalam mengeksplorasi suatu benda

Mengisi & Mengosongkan

Bayi 8 – 12 bulan


*

Merangsang indera peraba bayi
*

Menstimulasi keterampilan motorik halus, koordinasi mata-tangan.
*

Mengasah pemahaman mengenai suatu benda

Menyusun Gelang Warna-warni

Bayi 9 – 12 bulan


*

Mendukung keterampilan memasukkan benda
*

Menstimulasi motorik halus bayi
*

Mengasah kemampuan koordinasi mata-tangan
*

Membedakan warna serta bentuk
*

Mengasah kemampuan menyelesaikan masalah
*

Mengajarkan konsep ukuran dan urutan

Halo..Halo..Halo..

Bayi 11 – 12 bulan


*

Memberikan kesempatan untuk bereksplorasi bagi bayi
*

Mengasah kemampuan berbicara dan berbahasa
*

Membantu mengembangkan imajinasi

Membantu Ibu

Bayi 10 bulan ke atas


*

Mengasah motorik halus bayi
*

Melatih koordinasi mata-tangan bayi
*

Membantu memahami konsep ruang
*

Memberikan keyakinan pada dirinya

Main Bola

Bayi 9 – 12 bulan


*

Menguatkan otot-otot kaki bayi
*

Merangsang perkembangan koordinasi mata-kaki, mata-tangan, dan motorik kasar
*

Belajar memfokuskan indera penglihatan, memperkirakan jarak
*

Mengembangkan pemahaman konsep ruang
*

Mengasah kecerdasan interpersonal

Belajar Mengendarai Mobil

Bayi 9 bulan keatas


*

Membantu stimulasi koordinasi mata-tangan-kaki
*

Melatih keseimbangan tubuh, motorik kasar dan otot-otot tubuh bagian bawah
*

Mengasah keterampilan mengendalikan suatu benda

Mendorong “Kereta”

Bayi 11 – 12 bulan


*

Mengasah kemampuan berjalan tanpa bantuan orang lain
*

Menguatkan otot-otot tangan dan kaki
*

Mengembangkan kemampuan motorik kasar
*

Mengembangkan keseimbangan tubuh
*

Mengendalikan tenaga otot tubuh bagian bawah

Mainan Pemicu PERKEMBANGAN BAYI 4-6 bulan

Mainan Pemicu PERKEMBANGAN BAYI 4-6 bulan
Bayi Anda yang kini berusia 4-6 bulan, gerakannya semakin lincah dan daya jelajahnya juga bertambah. Berikut permainan yang memicu perkembangan bayi 4-6 bulan agar optimal

Bermain cilukba. Tawa renyahnya mulai meramaikan rumah Anda. Ia tak mau kalah berteriak, "Ba!" ketika diajak main cilukba. Sesekali bayi memperhatikan reaksi Anda dan mulai meniru mimik muka Anda.

Bermain rattle. Bayi begitu penasaran dengan mencari-cari rattle dan mencoba memegang sendiri. Berhubung kaki-kakinya masih belum kuat menumpu badan, ia mencoba meraih dengan berguling-guling dan ...hore dapat! Ia hanya memegang dan seringkali rattle terjatuh karena tangannya masih belum kuat memegangnya.

Bermain gebuk drum. Berguling kesana kemari sambil bermain dengan kedua tangannya merupakan permainan favoritnya. Ia mulai menyadari tangannya bisa diajak bermain dan bekerja sama melakukan sesuatu sesuai keinginannya, misalnya mengambil benda di dekatnya. Ketika berhasil, ia mulai memukul-mukulkan mainannya ke kasur atau ke lantai. "Duk, duk, duk!" ia senang sekali mendengar bunyi itu

Bermain bola. Bayi kagum dengan bentuk bola yang bulat besar dan bisa menggelinding ke segala arah. Saat ini, bayi Anda baru bisa memegang dan merasakan tekstur permukaan bola yang jauh lebih besar dari bola yang pernah ia eksplorasi di usia 3 bulan

Bermain telepon mainan. Pegang-pegang mainan tanpa tahu bagaimana cara memainkannya. Namun kali ini, bayi mulai mengamati gerak-gerik Anda menekan tombol-tombol di telepon. Sesekali ia tertarik meniru gerakan Anda. Bayi Anda sebenarnya masih belum bisa menekan tombol hingga bisa membuat telepon berbunyi. Kekuatan tangannya masih terbatas, belum lagi koordinasi motorik halusnya belum bisa diandalkan. Ia baru menguasai pindah memindah barang dari tangan kanan ke tangan kiri dan sebaliknya

10 Tips Stimulasi Bayi

10 Tips Stimulasi Bayi
Ayo, Stimulasi setiap tahapan perkembangan bayi Anda! Mulai dari tengkurang, mengangkat kepala, hingga berjalan dan berbicara.

1. Tengkurap. Lakukan tummy time yakni waktu yang digunakan bayi untuk tengkurap sambil menggunakan tangannya untuk meraih sesuatu. Siapkah benda yang menarik sehingga ia terdorong meraih dan lantas 'meneliti' dengan seksama
2. Mengangkat kepala. Ajak anak bermain “Berguling Bersama Bola”. Menggerakkan si kecil di atas bola bisa menguatkan otot penyangga kepala, bahu, dan mengasah keterampilan menjaga keseimbangan.
3. Memekik gembira. Sediakan boneka lembut yang mengeluarkan suara, seperti boneka yang bisa bernyanyi atau kotak musik. Tekan boneka sembari Anda berseru..., si kecil pun memekik senang.
4. Memegang kedua benda dengan kedua tangan. Berikan mainan yang bisa dipukul bersama-sama seperti sendok kayu atau piring plastik, seolah ia sedang bermain musik..tung..tung..tung!
5. Duduk. Baringkan si kecil terlentang di atas permukaan, seperti tempat tidurnya atau di lantai. Genggam tangannya, tarik dia perlahan ke posisi duduk. Peluk dengan erat sehingga ia tak mungkin terlepas. Perlahan-lahan, turunkan anak pada posisi tidur kembali.
6. Merangkak. Letakkan mainan favorit bayi sekitar 1 meter dari tubuhnya. Saat si kecil mulai mengangkat kepalanya untuk mencari mainan tadi, biasanya ia akan menggerakkan lutut dan kakinya untuk maju. Lakukan permainan “Kucing Mengejar Tikus”. Anak menjadi kucing yang mengejar Anda sebagai tikus. Contohkah dengan melakukan gerakan merangkak, dengan cara Anda merangkak di sampingnya.
7. Makan Sendiri. Beri bayi Anda finger food seperti kastengel, biskuit bayi, atau sayuran yang mudah dipegang seperti potongan wortel rebus. Makanan ini melatih kemampuan motorik halus anak. Dapat pula Anda memberinya mangkuk dan sendok plastik berisi makanan dan biarkan ia menyuap sendiri.
8. Mengenal anggota keluarga. Sering seringlah mengajak anak ke pertemuan keluarga. Bisa juga menunjukkan foto ayah, ibu atau saudara lain. Atau foto ayah, ibu dan kakak dikreasi dari karton berwarna putih dalam bentuk lingkaran kecil yang dilekatkan pada tali yang sebagian menjuntai melalui bagian tengah karton berbentuk spiral.
9. Berjalan. Letakkan mainan favoritnya dalam jarak tertentu. Iming-imingi anak agar mau berjalan walau sambil berpegangan untuk meraih mainan itu. Bila memungkinkan dan aman, biarkan si kecil berjalan di lantai yang tidak rata. Cara ini akan menguatkan otot-otot kaki dan tungkai.
10. Bicara. Anda bisa menyanyikan lagu anak-anak yang berbeda setiap hari atau membacakan ceritanya, bisa dari buku atau cerita karangan Anda sendiri.

10 Tahapan Penting PERKEMBANGAN BAYI

10 Tahapan Penting PERKEMBANGAN BAYI
Di awal awal hidupnya, gerakan bayi masih didominasi oleh gerak refleks. Sejalan dengan perkembangan sistem saraf, gerakan refleks berkurang dan keterampilan motorik mulai berkembang di usia sekitar 2 bulan. Selain itu, kemampuan kognitif dan emosi-sosial bayi Anda pun berkembang pesat. Berikut ini 10 tahap perkembangan penting bayi Anda:

1. Tengkurap (usia 3 - 4 bulan). Tengkurap terjadi ketika bayi berhasil bertumpu pada perutnya dan bertahan pada posisi tersebut beberapa saat. Anak tengkurap diawali dengan kemampuan memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri, lalu ia belajar berguling di usia 1,5 – 2 bulan. Bayi Anda belajar tengkurap pertama kali pada satu sisi, dilanjutkan di sisi lain, kemudian berbalik lagi. Ketika mencapai usia 3-4 bulan, saat otot lehernya semakin kuat ia dapat berbaring telentang dengan memandang lurus ke depan. Lengan dan kakinya pun lebih bebas bergerak sejalan dengan kemampuannya menggerak-gerakkan kepalanya. Ia juga mulai berlatih berguling dan mengangkat kepalanya dalam posisi tengkurap. Baru di usia 5 bulan ia bisa tengkurap sendiri.

2. Mengangkat kepala (usia 4 bulan). Di usia 2 bulan bayi Anda mampu mengontrol gerakan leher dan kepalanya. Ia dapat mengangkat kepala membentuk sudut 45 derajat dengan cara bertopang pada kedua tangannya saat usiannya 3 bulan. Di usia 4 bulan, bayi bisa mengangkat kepalanya dengan sudut lebih besar yaitu 90ยบ dalam posisi tengkurap. Kemampuan mengangkat kepalanya ini membantu melatih ketajaman penglihatannya. Ia pun mulai menengadahkan kepalanya untuk mencari Anda bila mendengar suara Anda.

3. Memekik gembira (usia 4-5 bulan). Pernahkan Anda mendengar si kecil mengeluarkan suara dengan nada tinggi penuh kesenangan saat berhasil meraih benda yang diinginkan atau ketika ia merasa senang dengan kehadiran Anda? Di awal hidupnya, suara-suara yang dikeluarkannya merupakan respons tubuhnya terhadap emosi saat itu. Namun di usia 4 bulan ke atas, bayi mengeluarkan suara dengan tujuan lebih jelas. Ia akan berteriak dengan gembira bila berhasil mencapai keinginannya. Suara yang dikeluarkannya adalah sarana untuk mengungkapkan perasaannya atau berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya. Masa berceloteh ini memang sangat dinikmati si kecil. Perhatikan saja saat ia melakukan aktivitas sehari-hari, Anda akan mendengar celotehannya. Ia akan mengeluarkan suara yang menyerupai huruf hidup seperti “aaaahh”, “uuuhhh”, “aaiii.”

4. Memegang dua benda di dua tangan ( usia 7–8 bulan). Di usia 4–5 bulan, keduanya tangan anak semakin terampil. Bila Anda memberinya mainan berwarna cerah, ia akan menggerakkan lengan dan tangannya menggapai ke arah mainan tersebut. Gerakan menggapai ini melatihnya untuk meraih lalu menggenggam dan memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain. Di usia 7-8 bulan, keterampilan jari-jemari si kecil meningkat. Ia akan menggunakan tangan yang berbeda untuk tujuan berbeda. Satu tangan digunakan untuk bereksporasi, sementara tangan lain untuk memegang. Perhatikan, bila satu tangannya memegang mainan kemudian tangan satunya diberikan mainan lain, ia tetap akan memegang mainan pertamanya namun tangan yang satu mengambil mainan yang Anda tawarkan itu. Jika ada Anda memberikan sebuah mainan lagi, salah satu mainan yang sedang dipegangnya itu akan dibuangnya kemudian ia akan mengenggam mainan ketiga yang Anda tawarkan itu.

5. Duduk (usia 7-8 bulan). Tonggak perkembangan yang mengagumkan dari seorang anak adalah saat ia bisa duduk sendiri. Ketika otot-otot punggung dan lehernya sudah cukup kuat untuk menopang tubuhnya, ia belajar duduk. Setelah belajar mengangkat kepalanya saat tengkurap, tahap selanjutnya si kecil belajar bagaimana menyangga tubuhnya menggunakan kedua lengannya dan mengangkat tubuhnya semacam mini push-up. Sekitar usia 6 bulan, bayi Anda mencoba duduk sendiri dengan mengandalkan satu atau kedua tangannya untuk duduk. Baru di usia 7 – 8 bulan ia mengusai kepandaian baru yaitu dapat duduk sendiri dari tengkurap kemudian bangun sendiri dengan bantuan tangannya. Dengan kemampuan duduk ini, ia dapat meraih benda yang diinginkannya.

6. Merangkak (usia 7-8 bulan). Merangkak adalah cara pertama bayi untuk dapat mengeksplorasi sekeliling ruang untuk mempelajari hal-hal baru yang menarik perhatiannya. Cara anak merangkak adalah ketika ia akan belajar keseimbangan melalui tangan dan lututnya kemudian belajar maju mundur mendorong tubuhnya dengan mendorong lututnya. Kepandaian merangkak ini adalah juga salah satu cara menguatkan otot-otot yang akan membantunya belajar berjalan. Usia rata-rata anak belajar merangkak saat ia mulai dapat duduk tanpa bantuan di usia 7-8 bulan. Dia dapat mengangkat kepalanya untuk melihat sekelilingnya dan otot-otot lengan, kaki dan punggungnya cukup kuat untuk mencegahnya jatuh ke permukaan saat ia mencoba bangkit dengan bantuan tangan dan lututnya. Di usia 9-10 bulan, bayi Anda mencapai kepandaian baru yakni merangkak mundur untuk mengambil ancang-ancang duduk. Si kecil juga menguasai teknik yang lebih maju yaitu “cross-crawling,” gerakan merangkak menggunakan satu tangan dan satu kaki yang berlawanan (misalnya tangan kanan dan kaki kiri) secara bersamaan.

7. Makan sendiri (usia 6-9 bulan). Makan sendiri dimulai sejak usia 6 bulan yaitu saat bayi Anda sudah bisa menggunakan tangan dan jari-jarinya dengan baik dan koordinasi mata serta tangannya yang juga semakin baik. Si kecil dapat meraih benda yang jaraknya sekitar 25 cm dengan kedua tangannya kemudian memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lain. Ia juga senang memasukkan segala sesuatu ke mulut, dan dapat memegang dengan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil makanan. Tambahan pula gigi-geliginya yang mulai tumbuh di usia 6 bulan membuat si kecil terdorong mulai belajar menggigit benda yang masuk ke dalam mulutnya. Di usia 6 bulan ia sudah juga mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MP ASI) atau makanan padat. Di usia 8-9 bulan, kedua tangannya semakin terampil mengenggam suatu benda. Ia bisa memegang sendok meski masih kagok ketika memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Biarkan ia bereksperimen menggunakan sendok dan memasukkan benda itu ke mulutnya.

8. Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenal (usia 9-12 bulan). Saat si kecil sudah mengenali anggota keluarganya di usia sekitar 6 bulan, ia mulai dapat membedakan wajah orang-orang dekat dalam kehidupannya. Pada masa ini keterikatannya dengan orang yang dikenalnya lebih berarti. Ia dapat melihat, mendengar dan mengingat orang yang dikenalnya. Di usia ini pula ia mampu mengamati wajah dengan seksama. Dari sini ia mulai berkenalan dan akrab dengan orang-orang terdekatnya. Tak heran di usia 9 bulan ke atas ia mulai sadar wajah orang-orang yang asing baginya. Ketika ia menyadari sedang seorang diri dengan orang yang tidak dikenalnya, timbul rasa takut. Bayi usia 8 bulan sudah bisa merasa takut terhadap orang asing. Si kecil yang mau digendong oleh orang yang dikenalnya, jadi tiba-tiba lebih mudah menangis bila ditinggal sendiri bersama orang lain yang tak dikenalnya.

9. Berjalan (usia 12-13 bulan). Langkah pertama merupakan gerakan awal anak untuk menjadi sosok yang mandiri. Di usia 8-9 bulan ia mulai bisa mengangkat tubuhnya ke posisi berdiri. Biasanya si kecil akan menumpukkan kedua tangannya pada meja, kursi atau perabot rumah tangga atau apapun yang bisa menahan berat badannya. Ia kemudian akan belajar merambat, menggeserkan kedua tangannya ke samping diikuti oleh langkah kedua kakinya. Di usia ini kepandaian anak dalam belajar berjalan semakin baik. Jika Anda memegang kedua tangannya ia akan menapak dan mulai melangkah. Lama-lama otot-otot kakinya semakin terlatih dan kuat. Si kecil juga kian semangat menjajal kemampuannya berjalan. Di usia 11 bulan, ia sudah mampu berdiri sendiri dalam waktu sekitar 2 detik tanpa bantuan apa pun karena ia memang sudah pandai menjaga keseimbangan tubuh. Lalu anak mulai mencoba melangkah sendiri 2-3 langkah Di usia 12 bulan, hupla, ia telah siap berjalan meski kadang-kadang masih sedikit limbung.

10 . Bicara (usia 18 - 24 bulan). Rata-rata anak bisa lancar bicara di usia 2 tahun. Sebelum kata-kata pertama keluar dari mulutnya, dia belajar peraturan berbahasa dan melihat bagaimana orang dewasa berkomunikasi. Ia mengawalinya dengan menggunakan lidah, mulut, langit-langit dan gigi-geliginya untuk membuat suara Lambat laun kata-kata tak berbentuk ini menjadi kata yang berarti: “mama”, “papa”, “bubu”, “susu” dan sebagainya. Sejak itu, setiap saat anak mengutip kata-kata yang didengarnya baik dari ibu atau orang-orang di sekitarnya. Kira-kira usia 18-20 bulan, si kecil mempelajari 10 kata per hari. Dari situ ia mulai belajar membentuk kalimat. Di usia 2 tahun, ia dapat membentuk 2-3 kata menjadi satu rangkaian kalimat. Ia dapat menggambarkan apa yang dilihat, didengar, dirasa, dipikirkan dan diinginkannya dalam satu rangkaian kalimat.

Baby Gym

Baby Gym untuk BAYI 3 - 5 Bulan

Baby gym atau senam bayi sehat adalah salah satu cara stimulasi yang efektif. Ketika melatih senam bayi, Anda sekaligus dapat melakukan pengamatan atau deteksi dini adanya indikasi-indikasi penyimpangan perkembangan bayi, khususnya perkembangan motorik.

Apa sih, yang dimaksud perkembangan motorik? Secara umum, perkembangan motorik dibedakan menjadi dua, yakni motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar adalah bagian dari aktivitas motorik yang mencakup keterampilan otot-otot besar, misalnya merangkak dan berjalan.

Sementara motorik halus melibatkan gerak otot-otot kecil, seperti mengambil benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk.

Selain meningkatkan perkembangan motorik, manfaat lain baby gym yang bisa dicapai dan dinikmati ibu dan bayi 3 - 5 bulan adalah:
• Menguatkan otot-otot dan persendian.
• Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan (balance).
• Meningkatkan fleksibilitas atau daya kelenturan tubuh.
• Meningkatkan kemampuan dan keterampilan fungsi anggota gerak tubuh.
• Memperlancar peredaran darah dan menguatkan jantung.
• Meningkatkan ketahanan tubuh.
• Meningkatkan kewaspadaan.
• Memperkuat interaksi antara orang tua dan bayi.

Persiapan
• Sediakan atau sisihkan waktu khusus selama kurang-lebih 10 menit untuk melakukan baby gym ini, sehingga Anda benar-benar bebas dari segala bentuk “gangguan”.
• Tangan Anda harus bersih, hangat dan sebaiknya berkuku pendek.
• Lepaskan semua perhiasan yang Anda pakai pada kedua belah tangan, seperti cincin dan gelang, untuk meminimalkan kemungkinan kulit bayi tergores.
• Pastikan aliran udara dalam ruangan lancar, hangat dan tidak pengap.
• Baringkan bayi di atas tempat yang permukaannnya rata, misalnya kasur atau busa tebal.
• Putarlah atau perdengarkan musik berirama lembut dan menyenangkan untuk didengar.
Berikut ini adalah beberapa gerakan dalam baby gym yang khusus dirancang untuk bayi 3 - 5 bulan:

Posisi telentang
1. Gerakan 1:
- Pegang jari-jari tangan bayi.

- Gerakkan kedua lengannya menyilang di atas dada, lalu kembalikan ke samping tubuhnya.

- Lakukan secara bergantian letak lengan yang saling menyilang.


2. Gerakan 2:
- Pegang jari-jari tangan bayi. Rasakan genggaman tangannya pada ibu jari Anda.
- Rentangkan lengan kirinya setinggi bahu dan sejauh mungkin ke arah atas. Gerakkan kembali ke samping tubuh.

- Lakukan gerakan ini secara bergantian antara lengan kiri dan lengan kanan. Masing-masing 3 - 5 ulangan.

Manfaat gerakan 1 dan 2 posisi telentang:
- Melatih genggaman tangan bayi makin kuat.
- Meningkatkan kekuatan otot lengan atas, bahu dan punggung atas.
- Melenturkan otot untuk digerakkan ke segala arah.

2. Posisi tengkurap
1. Gerakan 1:

- Tidurkan bayi dengan posisi miring ke sisi kanan.
- Tekuk tungkai kanannya.
- Luruskan lengan kanan bayi seperti hendak mengambil mainan di sisi kanan.
- Bantu dengan tangan Anda yang menekan dan mendorong bokong dan punggung bayi secara perlahan-lahan.



Manfaat gerakan 1 posisi tengkurap:
- Melatih bayi meraih dalam posisi menyilang.
- Melatih perubahan berat badan dalam posisi menyilang.
- Menstimulasi gerakan berguling (rolling) ke arah perut.
- Koordinasi tangan dan mata.

2. Gerakan 2:

- Baringkan bayi dengan posisi tengkurap.

- Pegang kedua tungkai bawah bayi di daerah betis dengan ibu jari Anda pada bagian depan dan keempat jari lainnya di bagian belakang.

- Angkat tungkai kanan bawah bayi ke atas dengan perut tetap menempel di alas. Lakukan bergantian dengan tungkai kiri.



3. Gerakan 3:


- Baringkan bayi dengan posisi tengkurap.

- Angkat kaki kanannya menyilang ke kaki kiri sampai telapak kakinya menapak.

- Kembalikan ke posisi semula. Lakukan bergantian dengan kaki kirinya.

4. Gerakan 4:

- Pertemukan kedua telapak kaki bayi sampai saling menempel.

- Buka kedua telapak kaki dengan sisi-sisi dalam kaki tetap menempel satu sama lain.

- Lakukan gerakan seperti buka tutup.





Manfaat gerakan 2 - 4 posisi tengkurap:
- Meningkatkan kekuatan otot perut dan tulang belakang bagian bawah.
- Menambah kemampuan gerak serta kelenturan otot tubuh bayi.

Tanya Jawab: PILEK Si Kecil Membandel

Tanya:

Bayi saya sekarang 1,5 bulan dari umur 2 minggu selalu pilek-pilek terutama di malam hari. Oleh dokter diberikan antibiotika. Apakah pengaruh dan resikonya untuk jangka panjang?

Jawab:
Ada kemungkinan bayi menyandang alergi. Bisa alergi terhadap susu sapi formula atau terhadap debu rumah anda. Jika memberikan susu formula hentikan saja dan berikan ASI. Kalau ASI kurang, berikan susu formula yang bahan dasarnya susu kedelai.

Hal yang harus diperhatikan adalah kebersihan ruang tidurnya. Pastikan udara bersih dan sinar matahari dapat leluasa masuk melalui ventilasi.

Jika pileknya berkepanjangan, ia memang bisa menjadi sulit tidur dan kurang istirahat juga sulit makan. Kadang-kadang juga mengganggu pendengarannya. Pilek yang menahun pada anak yang lebih besar dapat mengakibatkan sinusitis.

11 Penyakit Bayi Baru

Inilah 11 penyakit yang sering dialami bayi di tahun pertamanya. Kenali agar ibu tidak mudah panik ketika bayi tiba-tiba sakit, namun tetap waspada.

1. Apnea (tidak bernapas spontan). Apnea merupakan penyakit dimana seseorang tidak bernapas selama beberapa detik secara spontan ketika tidur. Tidak hanya orang dewasa, bayi yang baru lahir dan khususnya bayi prematur pun bisa mengalami apnea.
2. Sesak napas. Bayi yang mengalami sesak napas akan mengalami kesulitan saat menarik napas, atau napas bayi berbunyi disertai batuk. Waspada jika wajah bayi menjadi kebiruan akibat kekurangan oksigen.
3. Ruam popok. Ruam popok merupakan penyakit yang membuat kulit bayi iritasi. Biasanya iritasi ini disebabkan karena pemakaian popok yang tidak benar.
4. Kuning (jaundice). Penyakit kuning ini biasanya membuat kulit dan mata bayi berwarna kuning. Sampai batas-batas tertentu, penyakit ini tidak berbahaya, tapi ibu perlu waspada jika kuning pada bayi tidak kunjung hilang.
5. Eksim susu (dermatitis atopi). Eksim susu merupakan salah satu masalah kulit paling umum ditemukan pada bayi. Mitosnya, dinamakan eksim susu karena ASI yang mengenai kulit di sekitar mulut bayi yang menyebabkan bercak merah. Benarkah?
6. Batuk pilek. Virus bisa menjadi penyebab penyakit ini menyerang bayi. Segera bawa ke dokter jika bayi batuk pilek hingga kemampuan minumnya berkurang, atau tidak sembuh lebih dari seminggu.
7. Infeksi saluran napas. Infeksi saluran napas merupakan segala bentuk infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas (ISPA). Tak jarang juga saluran pernapasan bawah. Infeksi saluran napas ini bisa saja terjadi pada bayi baru lahir (newborn).
8. Infeksi telinga tengah. Infeksi telinga tengah menyerang salah satu bagian telinga, yaitu telinga bagian tengah atau daerah sekitar gendang telinga.
9. Sembelit. Biasanya terjadi karena bayi kekurangan cairan atau akibat perubahan makanan dan dimulainya pemberian makanan padat pertama. Waspada jika sembelit masih terjadi sampai lebih dari satu bulan.
10. Muntah. Muntah bisa terjadi karena bayi kekenyangan, terlalu banyak udara dalam lambung, dan sebagainya. Waspada bila bayi terus menerus muntah tanpa henti.
11. Diare. Virus yang biasa disebut rotavirus seringkali menjadi penyebab diare, di samping penyebab-penyebab lainnya. Ibu harus waspada jika diare disertai darah.


Penyakit-penyakit tersebut di atas memang biasa dan mungkin terjadi pada bayi Anda sejak lahir hingga usia-usia tertentu. Tidak perlu panik, tapi jika kondisi semakin parah dan Anda harus waspada, sebaiknya segera bawa ke dokter.

Kenali Batuk PILEK Pada BAYI Baru Lahir

Batuk pilek merupakan penyakit yang biasa terjadi pada anak-anak. Namun jika yang mengalami batuk pilek adalah bayi baru lahir, apa yang harus ibu lakukan?

Batuk dan pilek bisa saja terjadi pada bayi baru lahir. Penyebabnya adalah virus dari kelompok RNA (asam ribonukleat). Namun kadang-kadang ada bakteri yang ikut menginfeksi bayi.

Gejala yang biasa muncul pada bayi jika mengalami batuk pilek adalah batuk dan hidung mengeluarkan cairan bening disertai demam. Biasanya batuk pilek yang dialami bayi terjadi antara 2 – 3 hari. Namun bila batuk pilek terjadi lebih dari 1 minggu, bisa jadi ada infeksi bakteri lanjutan.

Cara mengatasi:

* Tetap berikan ASI dan hindari penggunaan botol. Sebab, gerakan bayi mengisap payudara akan menutup saluran eustachius yang menghubungkan hidung dengan telinga. Kondisi ini akan memperkecil risiko terjadinya infeksi telinga oleh bakteri yang ada di hidung dan tenggorokan.
* Jangan asal memberi obat antibiotik, karena sebenarnya batuk pilek disebabkan oleh virus. Konsultasikanlah terlebih dahulu dengan dokter untuk tahu apakah ada bakteri yang menginfeksi bayi Anda.
* Beri obat penurun panas bila suhunya 38,5 derajat Celcius, untuk mencegah kejang.
* Agar bayi bernapas lega, khususnya saat minum susu atau sebelum tidur, keluarkan cairan hidungnya dengan penguapan, menepuk-nepuk punggung bayi dalam posisi telungkup di paha Anda, atau disedot menggunakan alat penyedot lendir.


Untuk pencegahan, beri bayi vaksin influenza saat usianya 6 bulan. Ulang setiap setahun sekali. Ibu perlu waspada bila bayi batuk pilek hingga kemampuan minum berkurang, atau tidak sembuh lebih dari seminggu. Segeralah bawa ke dokter.

Bayi Usia 0-4 bulan: Mengayuh Sepeda di Udara

Sambil memegang kedua kaki bayi yang sedang tiduran, perlahan-lahan gerakkan kakinya seolah sedang mengayuh sepeda. Ajak bayi Anda untuk bernyanyi misalnya Kring..kring Ada sepeda.

Permainan mengayuh kaki di udara ini dapat membantu bayi meningkatkan kesadaran pada bagian tubuhnya. Dengan permainan ini dapat meningkatkan kesenangan bayi pada aktivitas fisik. Seiring dengan perkembangan motoriknya, bayi akan mampu untuk mengayuh kedua kakinya sendiri.

Dengan mengayuh, bayi usianya 0-4 bulan, juga mengembangkan kemampuan koordinasi gerakan di kedua kakinya. Hal ini akan bermanfaat sebagai dasar untuk keseimbangan saat latihan berjalan beberapa bulan ke depan. Ayo, terus mengayuh, Nak!

Bayi Juga Butuh Tertawa

Dengan bercanda dan tertawa bersama sejak anak masih bayi, orang tua bisa lebih dekat dengan anak. Hasilnya akan positif. Bayi lebih gampang diajak komunikasi.

Dengan bercanda, orang tua bisa mengatasi hambatan komunikasi dengan bayi karena bayi belum lancar berbicara. Simak perkembangan rasa humor pada bayi berikut ini :

* Bayi 0 – 6 bulan. Senyum pertama bayi akan muncul di usia 6 minggu. Tertawa merupakan reaksi pertamanya saat ia sedikit kaget atau takut. Bayi sangat menyukai permainan lucu saat orang tua mengeluarkan suara –suara aneh. Bayi juga menyukai gerakan-gerakan lucu seperti ketika kita menggendongnya tiba-tiba kita berjongkok kemudian berdiri lagi terus berulang-ulang.
* Bayi 6-12 bulan. Saat usia 10 bulan bayi bisa mencari sendiri hal apa yang bisa membuatnya tertawa. Bayi juga menganggap lucu sesuatu yang tidak lazim, misalnya seperti ketika kita memakai celana di kepala. Permainan yang paling mudah untuk membuat bayi tertawa memasuki usia satu tahun adalah permainan ciluk baa.
* Bayi usia 12-18 bulan. Saling menggelitik saat ini adalah kegiatan favorit bayi. Bayi satu tahun juga mulai bisa tertawa melihat tontonan favoritnya.
* Bayi usia 18 bulan keatas. Bernyanyi bersama-sama sambil menirukan perilaku dan suara hewan sangat disukai bayi. Saat ini bayi sudah mulai bisa memahami humor secara verbal. Tingkah laku badut juga bisa membuatnya tertawa terpingkal-pingkal.

Alat Ukur Tumbuh Kembang Bayi

Normalkah pertumbuhan bayi Anda? Anda bisa mendeteksi secara dini gangguan tumbuh kembang bayi Anda. Cara deteksinya mudah, kok!


Coba perhatikan, setiap kali membawa bayi ke dokter untuk imunisasi atau karena sakit, pasti bayi akan ditimbang, diukur panjang badannya dan lingkar kepalanya. Pengukuran fisik bayi ini adalah bagian dari faktor tumbuh kembang seorang anak. Kedua hal ini adalah hal yang utama, hakiki dan khas pada anak.

Apa yang disebut tumbuh kembang anak? “Tumbuh” sebenarnya adalah faktor pertumbuhan yaitu proses bertambah banyaknya sel-sel tubuh serta bertambahnya jaringan antar sel. Sedangkan yang dimaksud dengan “kembang” adalah faktor perkembangan yaitu proses pematangan fungsi dari organ tubuh termasuk berkembangnya kemampuan mental atau intelegensi serta perilaku anak.

Berikut akan dibahas hal-hal yang berkaitan dengan faktor pertumbuhan anak dalam satu tahun pertama kehidupannya.

Tiga Ukuran Fisik. Pengukuran fisik anak disebut pengukuran antropometri atau berkaitan dengan tubuh. Angka-angka yang tertera dari hasil pengukuran fisik bayi itu dicatat di buku kecil berisi catatan kesehatan bayi. Ketiga pengukuran fisik ini dilakukan terhadap bayi sejak saat ia dilahirkan.

* Berat Badan menurut Umur (BB/U)
Cara: menempatkan bayi, jika mungkin bajunya dibuka, dalam posisi tidur di atas timbangan khusus untuk bayi.
Catatan: rata-rata berat usia 6 bulan adalah 2 kali berat lahir dan pada usia setahun menjadi 3 kali berat lahir. Tapi patut dicatat, hitung-hitungan tersebut bukan harga pas.

* Panjang Badan menurut Umur (PB/U)
Cara: membaringkan bayi dalam posisi lurus, kemudian diukur panjang badannya dari ubun-ubun sampai ujung kaki dengan menggunakan alat ukur footboard (seperti penggaris kayu) yang dapat digerakkan agar mendapat hasil yang akurat.
Catatan: secara kasar pada umur 1 tahun panjang bayi mencapai satu setengah kali panjangnya waktu lahir, dan umur 4 tahun 2 kali panjang waktu lahir.

* Lingkar Kepala menurut Umur (LK/U)
Cara: melingkarkan alat ukur berupa pita seperti yang digunakan oleh tukang jahit di kepala bayi, tepat di atas alis dan telinga bayi.
Catatan:
- ukuran rata-rata lingkar kepala bayi ketika lahir adalah 35 cm.Rata-rata pada usia 6 bulan, lingkar kepala akan bertambah kurang lebih 8,5 cm menjadi 43,5 cm dan pada usia setahun akan bertambah sekitar 12 cm dari waktu lahir, yaitu menjadi sekitar 47 cm.
- lingkar kepala ini wajib dilakukan secara rutin pada bayi kurang dari usia 2 tahun. Ukuran lingkar kepala ini penting karena berkaitan dengan volume otak. Jika ukuran kepala bayi membesar terlalu cepat, kemungkinan ia menderita hidrosefalus. Sedangkan jika ukuran lingkar kepala tak tumbuh-tumbuh, dikhawatirkan ia menderita mikrosefali. Keduanya adalah masalah serius yang berhubungan dengan otak, sehingga berhubungan dengan kecerdasannya kelak.

Hasil penilaian itu dicocokkan dengan menggunakan grafik pertumbuhan yang berlaku untuk suatu masyarakat, sehingga dokter dapat mengevaluasi dan melihat perkembangan fisik bayi.

Di Indonesia, grafik pertumbuhan yang dipergunakan berdasarkan NCHS (The National Centre for Healts) dari Amerika Serikat. Grafik inilah yang digunakan dalam Kartu Menuju Sehat (KMS), atau buku catatan kesehatan anak yang diberikan pada orang tua. Grafik tersebut terdiri dari grafik pertumbuhan berat badan, lingkar kepala dan panjang badan sesuai usia dan jenis kelamin bayi.

Bookmark and Share

Atasi Biang Keringat Pada Bayi

Atasi Biang Keringat Pada Bayi

Kulit memerah dan rasa gatal yang tak tertahan, membuat bayi rewel. Segera atasi biang keringat pada bayi dan cegah sebisa mungkin.



Coba periksa dahi, leher dan bagian tubuhnya yang tertutup pakaian. Jika ada bintil-bintil kecil berwarna merah yang kadang-kadang berisi air, dengan disertai atau tidak kulit yang tampak kemerahan, maka mungkin dia mengalami gangguan kulit yang dikenal dengan nama keringat buntet atau biang keringat. Dalam istilah kedokteran disebut sebagai miliaria.

Hindari banyak keringat. Kulit bayi masih dalam tahap perkembangan dan penyempurnaan. Misalnya saja, proses penyerapan dan pengeluaran keringat belum berjalan semestinya. Akibatnya, sering dijumpai bayi yang berkeringat berlebihan. Jika pori-pori kulitnya tersumbat, keringat yang dihasilkannya akan mengalir/merembes ke kulit di dekatnya. Kondisi inilah yang memicu timbulnya biang keringat di beberapa bagian tubuhnya.

Biang keringat bisa kambuh berulang-ulang, terutama ketika suhu udara sedang panas. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi timbulnya biang keringat pada bayi adalah:

* Menjaga kenyamanan lingkungan di sekitar bayi. Misalnya, kamarnya bersih, tidak panas dan tidak lembab, serta memiliki sirkulasi udara yang baik.
* Memakaikan baju yang terbuat dari jenis-jenis bahan yang mudah menyerap keringat, lembut, dan tidak ketat pada bayi.
* Setiap kali dia berkeringat, segera usap dengan menggunakan waslap basah, lalu keringkan dengan handuk yang lembut. Jika perlu, ganti bajunya yang basah dengan baju yang kering dan bersih.
* Jaga kebersihan tubuh bayi sepanjang hari dengan cara memandikannya, jika terlalu banyak keringat yang keluar
* Jangan membubuhkan bedak pada kulit bayi yang basah, karena bedak menghambat keluarnya keringat.
* Tidak mengoleskan baby oil, baby lotion atau baby cream pada sekujur tubuhnya sepanjang waktu. Gunakanlah produk tersebut sesuai kebutuhan, misalnya jka kulit bayi tampak kering. Kulit yang kering lebih akan menghambat keluarnya keringat dan memudahkan infeksi bakteri.

Jika bayi sudah mengalami biang keringat, lakukan langkah-langkah untuk mengatasinya. Untunglah, sebagian besar biang keringat akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Tips Atasi Demam pada Bayi

Demam bukan penyakit, melainkan tanda sistem pertahanan tubuhnya sedang aktif bekerja. Tak jarang tubuh bayi terasa hangat dan jika diukur hanya naik 0,5 derajat dibandingkan suhu tubuh normal, 36 derajat Celsius. Jika bayi panas lebih dari 37 derajat Celcius, maka bayi dikatakan demam.
Penyebab umunya adalah infeksi, terutama infeksi virus. Bila tubuhnya mampu mengatasi infeksi tersebut, suhu tubuhnya akan kembali normal dengan sendirinya. Ibu tetap bisa tenang, apalagi jika saat demam mereda, anak relatif masih aktif atau maum main, dan tampak riang.

Bila temperatur tubuh bayi semakin tinggi, lakukan ini:

* Ukur suhu tubuhnya. Lakukan melalui ketiak, telinga atau anus. Jangan mengukur suhu tubuh bayi sehabis mandi, karena suhu yang terukur lebih rendah dari sushu sebenarnya.
* Bila demam tidak terlalu tinggi (kurang dari 37,5 derajat celcius), tak perlu dikompres. Susui saja sesering mungkin untuk mencegah terjadinya dehidarasi atau kekurangan cairan.
* Bila demamnya tinggi (lebih dari 38 derajat Celsius) atau ia gelisah, hindari memberinya obat penurun demam sebelum Anda mengonsultasikannya dengan dokter. Buat ia nyaman dengan mengompresnya dengan air hangat di bagian ketiak dan lipatan pahanya.
* Pakaikan baju yang tipis, hindari membedong atau membungkusnya dengan selimut. Usahakan agar bayi berada di ruangan yang nyaman, sirkulasi udaranya baik dan suhunya tidak pengap atau suhu ruang panas.

Segera ke dokter jika:

* Suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius, untuk bayi di bawah 1 bulan suhu tubuhnya lebih dari 37,5 derajat celcius.
* Tidak mau menyusu atau sudah mengalami dehidrasi dengan gejala frekuensi buang air kecilnya berkurang dan berwarna pekat.
* Rewel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan.
* Lemas, tidur terus menerus dan sulit dibangunkan.
* Sesak napas.
* Muntah atau diare terus menerus.

Bayi Demam, Tidak Selalu Pertanda Sakit

Tak perlu panik berlebihan saat suhu badan bayi menjadi panas atau hangat. Naiknya suhu tubuh pada bayi tidak selalu pertanda terkena penyakit. Namun, waspada tetap perlu!

Sebenarnya, demam adalah proses mekanisme tubuh yang sehat ketika menghalau penyakit. Bahkan boleh dibilang, demam berfungsi sebagai “alarm” yang menunjukkan kalau tubuh sedang melakukan “perlawanan” terhadap adanya gangguan. Baik infeksi maupun perubahan lainnya.

Saat sel-sel darah menggempur penyakit, ada zat-zat kimia yang dilepas dalam aliran darah dan “berkelana” mengirim laporan ke otak. Laporan ini kemudian direspons dengan perintah agar tubuh mendongkrak suhunya. Alasannya? Agar menghambat perkembangbiakan penyakit serta merangsang pembuatan antibodi dalam tubuh.

Kapan disebut demam? Bayi dikatakan demam jika suhunya lebih dari 37,5ยบC yang bisa diukur dengan thermometer. Dalam keadaan normal, suhu tubuh sudah diatur oleh pusat pengatur suhu badan di bagian dari otak (hipotalamus). Jika suhu lingkungan naik atau turun, tubuh akan mengirim sinyal ke pusat pengatur suhu tubuh untuk menyesuaikan kondisi tersebut.

Proses penyesuaian itulah yang akan “menampilkan” mekanisme tertentu. Misalnya, udara di sekitar dingin, maka pembuluh darah akan mengerut untuk mengurangi pengeluaran panas tubuh. Bila ini terjadi pada bayi Anda, biasanya dia akan mulai menggigil. Kontraksi otot ini merupakan proses untuk menimbulkan panas. Sebaliknya, jika udara di luar panas, pembuluh darah akan melebar dan kelenjar keringat akan bekerja untuk melepas kelembaban. Dengan begitu, suhu tubuh akan menurun lagi.

Perlu diingat. Sebelum membawa bayi ke dokter, ada beberapa hal yang perlu diperhatian untuk membantu mengurangi demamnya.

* Kompres dengan cara mencelup handuk kecil ke air hangat terlebih dulu. Tambah kehangatan airnya bila demamnya semakin tinggi. Dengan demikian, perbedaan antara air kompres dengan suhu tubuh tidak terlalu berbeda. Jika air kompres terlalu dingin, hal ini justru akan mengerutkan pembuluh darah bayi. Akibatnya, panas tubuh malah tidak mau keluar. Anak jadi makin menggigil untuk mempertahankan keseimbangan suhu tubuhnya.
* Jika bayi masih minum ASI, sering-seringlah disusui. Masuknya cairan yang banyak, lalu dikeluarkan lagi dalam bentuk urin, merupakan salah satu cara untuk menurunkan suhu tubuh.

Kapan ke Dokter? Suhu tubuh yang terlalu tinggi bisa membahayakan bayi. Yang jelas, jika bayi Anda yang berusia di bawah 3 bulan mengalami demam lebih dari 37,5 ° C, jangan tunda hubungi dokter. Apalagi, pada suhu ini bayi biasanya sudah mulai terlihat lesu.

Bayi: Bantu Matanya Melihat dengan Baik!

Bayi: Bantu Matanya Melihat dengan Baik!

Mata bayi mengalami perkembangan bertahap hingga akhirnya bisa melihat obyek dengan jelas. Penuhi kebutuhan bayi untuk mengembangkan indera penglihatannya melalui kegiatan dan dukungan sesuai tahap perkembangan matanya.

Ketika bayi membuka matanya untuk pertama kali, semua yang disekelilingnya masih tampak samar. Sampai usia sekitar 3 bulan, meski jarak pandangnya makin luas, bayi belum mampu memfokuskan kedua matanya pada satu objek. Baru setelah memasuki usia sekitar 8 bulan, bayi mampu melihat segala sesuatu dalam persepsi 3 dimensi secara sempuna.

Aktivitas yang pendukung. Penglihatan sebagai salah satu panca indera seperti indera lainnya, perlu dirangsang karena merupakan salah satu media belajar untuk mencerdaskan anak, di antaranya:

* Sering menatap mata bayi dalam jarak pandang 25 cm. Lakukan saat menyusui, saat mengantar tidur sambil bersenandung atau memandikan. Biarkan bayi juga mengenali wajah Anda.
* Ajak ia bicara agar dapat melihat dan menikmati ekspresi wajah Anda ketika memandikan, menjemur, mengganti popok atau bermain bunyi-bunyian.
* Gerakkan mainan berwarna cerah ke kanan dan ke kiri agar ia mengikuti arah gerak mainan.
* Gantungkan mainan aneka warna dan bisa berputar di atas boks tidurnya, di posisi yang mudah terlihat bayi.
* Berikan mainan dilengkapi cermin ketika usianya memasuki 6 bulan, ajak bermain “ciluk ba”
* Sering-sering ajak keluar rumah agar ia melihat pemandangan berbeda.

Waspada jika:

* Bayi tidak pernah melihat wajah Anda saat disusui atau diajak bicara
* Mata bayi tidak mengikuti arah mainan berwarna yang Anda gerakkan

Apabila Anda mencurigai gejala yang tidak wajar, seperti, tidak adanya respon apabila disentuh, atau tidak ada kontak mata ketika Anda sedang dalam jarak pandang 25 – 30 cm, segera periksakan bayi ke Klinik Tumbuh Kembang Anak atau rumah sakit bagian tumbuh kembang anak.

Pola Pup dan Gangguan Kesehatan Bayi

Pola pup bayi yang diberi ASI dengan yang diberi susu formula berbeda dalam bentuk dan warna. Meski tak perlu terlalu panik, segera bertindak jika ada perubahan disertai demam, muntah dan lemas.

Bayi yang mendapat ASI eksklusif pada umumnya, buang air besar satu hingga tujuh kali dalam sehari, atau lebih. Oleh karena komposisi ASI selalu sesuai dengan tahap perkembangan sistem pencernaan bayi, zat makanan pun mudah dicerna. Jadi, bila bayi Anda sering buang air besar, tidak selalu berarti ia terserang diare. Artinya, ini adalah pola normal bayi Anda.



Tapi sebaliknya, ada juga bayi yang diberi ASI Eksklusif justru tidak pup seminggu hingga 10 hari. Selama Anda menyentuh bagian perut, ia tak merasa sakit dan terasa kosong, besar kemungkinan zat makanan dari ASI terserap semuanya.

Apabila bayi Anda diberi ASI dengan tambahan susu formula atau hanya diberi susu formula, frekuensi pup bayi, biasanya frekuensi buang air besarnya lebih jarang dan kotoran yang keluar lebih sedikit. Pasalnya, zat makanan susu formula lebih sulit dicerna dibandingkan ASI. Yang juga berbeda, bayi yang diberi susu formula cenderung lebih mudah dan sering terserang diare. Penyebabnya, antara lain, peralatan untuk menyiapkan susu formula kurang steril, dan reaksi alergi karena tubuh bayi sensitif terhadap senyawa-senyawa tertentu di dalam susu sapi. Jenis alergi yang paling sering dialami bayi: alergi terhadap protein susu sapi.

Tampilan pup bayi yang tidak seperti biasanya, serta perubahan pola pup, bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan pada tubuhnya. Bila perubahan tersebut disertai dengan gejala muntah, demam, pucat, dan lemas, meskipun Anda terus menyusuinya, hubungi segera dokter anak untuk mendapat pertolongan selanjutnya. Jangan lupa membawa catatan pola menyusu, pola pup dan muntah (apabila disertai muntah) sebagai informasi penting dokter bayi.

Warna Pup vs Kesehatan Bayi Baru

Amati pup bayi! Warna dan bentuk kotoran dapat mengungkapkan kondisi kesehatan bayi.

Dua puluh empat jam setelah lahir, bayi akan “pup” alias buang air besar (BAB). Kotoran pertama ini umumnya berwarna hitam kehijau-hijauan, dan disebut sebagai mekonium.

Mekonium terbentuk dari cairan ketuban yang tertelan ketika bayi masih di dalam kandungan, dan berada di dalam ususnya sejak 3 bulan sebelum dilahirkan. Segera setelah bayi mulai menyusu, mekonium akan terdesak keluar, sebab ASI merangsang sistem pencernaan bayi untuk mulai melakukan tugasnya.

Berubah warna dan bentuk. Setelah mengeluarkan mekonium, pup yang dikeluarkan bayi akan berubah-ubah warna dan bentuk, sesuai komposisi senyawa di dalam ASI yang Anda berikan kepadanya. Berikut perubahan dan peralihan warna berdasarkan asupan gizi dari ASI:

* Berbentuk cairan berwarna hijau atau kuning. Biasanya ini merupakan kotoran transisi antara mekonium dan kotoran yang terbentuk dari “sampah” ASI. Kotoran seperti ini keluar selama beberapa hari setelah bayi lahir.
* Berbentuk mirip butiran beras, warna kuning cerah dan bau agak asam. Ini biasanya merupakan kotoran yang dihasilkan setelah bayi mengonsumsi ASI secara teratur.
* Berbentuk agak padat, warna kuning pucat atau kuning kecokelatan, berbau asam agak tajam. Ini merupakan kotoran yang dihasilkan oleh bayi yang diberi susu formula, selain ASI.
* Berbentuk cair, tanpa disertai ampas, dan berwarna hijau. Ini merupakan penampilan kotoran yang menandakan bahwa bayi mengalami diare.
* Berbentuk bulat-bulat seperti kotoran kambing, padat dan keras, berwarna kehitaman. Ini merupakan penampilan kotoran yang menandakan bayi mengalami sembelit.

Kalau tiba-tiba pup bayi berubah bentuk dan warna disertai reaksi menangis dan rewel, Anda perlu memberi perhatian ekstra. Terutama, beri perhatian pada makanan dan minuman yang Anda konsumsi yang bisa mempengaruhi komposisi gizi dalam ASI yang Anda produksi.

Bisul di Kelopak Mata Balita Akibat Debu

"Adik, mengapa mengucek mata terus? Gatal, ya?" Anda pastilah sering mendapat si balita menggosok-gosok matanya yang gatal akibat kemasukan butiran debu. Tapi mengapa tak lama kemundian, tak hanya matanya memerah. Benjolan di kelopak mata atas semakin besar, dan jadi bisul?

Gara-gara kelenjar “mampet”. Pada kelopak mata kita terdapat sejumlah “mulut” atau muara dari kelenjar-kelenjar mata. “Mulut-mulut” kelenjar ini terletak kira-kira 1 - 2 mm dari garis pertumbuhan bulu mata. Nah, “mulut-mulut” kelenjar yang berbentuk lubang-lubang ini cukup rentan mengalami penyumbatan. Terutama, jika tangan balita sehabis giat bereksplorasi, debu atau kuman dari tangannya akan menempel pada kelopak matanya.

Penyumbatan ini bisa terjadi baik pada “mulut” kelenjar yang terletak di sebelah dalam maupun luar kelopak mata. Kalau bisul balita terlihat seperti memiliki “mata”, artinya bisul itu terjadi akibat penyumbatan pada “mulut” kelenjar yang terletak di sebelah luar kelopak mata. Bila bisul tersebut dibiarkan pecah sendiri ke arah luar, nantinya kalau sudah sembuh, akan meninggalkan bekas luka pada permukaan kulit.

Tak selalu infeksi. Penyumbatan pada “mulut” kelenjar di kelopak mata balita ini, tidak selalu disertai dengan infeksi. Jadi, hanya akan terasa sebagai benjolan-benjolan kecil pada kelopak mata. Umumnya, balita tidak mengeluh nyeri atau sakit pada matanya. Itu sebabnya, pengobatannya cukup dilakukan dengan cara dikompres air hangat dan diberi salep antibiotika. Selanjutnya, akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu antara dua minggu hingga satu bulan.

Bagaimana jika infeksi? Kelopak mata balita akan disertai dengan rasa panas di bagian yang terinfeksi dan sekitarnya, serta kulit kelopak mata tampak kemerahan. Balita pun akan merasa nyeri atau sakit pada matanya yang terinfeksi. Nah, kalau yang ini, selain perlu diberi salep antibiotik yang dioleskan pada kelopak matanya, juga obat antibiotik yang diminum.

Selain itu, kalau benjolan cukup besar (mirip jerawat kecil), mungkin perlu dilakukan penyayatan (insisi) untuk mengeluarkan isinya. Tindakan ini biasanya dilakukan dari sebelah dalam kelopak mata supaya tidak meninggalkan bekas.

Adanya bisul di mata tentu akan menimbukan rasa tidak nyaman bagi balita. Makanya, lebih baik kita cegah. Apalagi caranya juga tidak sulit, yakni dengan selalu menjaga kebersihan mata balita. Tanamkan pada balita kebiasaan cuci tangan dengan sabun antiseptik hingga bersih. Juga, ingatkan agar ia tidak mengucek-ucek matanya dengan tangan. Selain itu, terapkan pola hidup sehat dalam keluarga Anda.


From :Ayah bunda

Catatan Icha 5 : Liburan bersama Icha

Alhamdulillah..akhirnya bunda libur juga, senangnya ya bisa punya waktu banyak buat icha. Mandi pagi icha tidak dburu-buru bunda, bunda bs menstimulus icha dengan musik mozart / murattal dn lg2 anak.

bunda bisa ajak icha bicara...bunda jg bs ol cari info tentang pengasuhan anak....hmmmm alhamdlillah. hari ini umur icha 1 bulan 13 hari. icha dah sering menatap, matany sering terbuka dn sibuk memperhatikn sekelilingnya. Kalo siang dah mau main...ga bobok....pipinya juga cubby he he, tapi pilekny blm sembuh2...

Jumat, 24 Desember 2010

Berbagai Mainan Sesuai Perkembangan

Mainan Gantung



Mainan jenis ini membantu bayi mengenai rangsang visual dan memfokuskan perhatian. Warna2 dan gemerincing suara mainan ini mengasah pancaindera bayi usia 0-4 bulan yang tengah berkembang pesat. Anda bisa mendapatkan mainan ini di hampir semua toko perlengkapan bayi. Ada berbagai variasi. Ada yang menyatu dengan tempat tidur bayi, ada pula yang berdiri sendiri sehingga saat digantungkan bertumpu pada langit2 tempat tidur. Pilih mainan gantung berupa panduan warna2 cerah, hitam, putih dan merah. Warna 2 ini membantu menstimulasi indera penglihat anak.

Mainan untuk digigit (teethers atau biting toys)





Indera pengecap termasuk salah satu yang haus rangsang. Hampir semua kegiatan bayi usia 0-4 bulan melibatkan kegiatan memasukkan benda ke mulut. Meski permainan ini lebih merupakan kegiatan eksplorasi solitaire (sendirian, tanpa teman main), namun jenis mainan ini penting dan sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Bola berbahan lembut.

Meskipun belum mampu memegang bola, bayi usia 0-4 bulan membutuhkan bola terbuat dari kain lembut dengan warna-warna cerah yang kontras dan mudah dicuci berukuran sedang. Bola adalah mainan yang menarik indera penglihat dan peraba/perasa si kecil. Selain aman bola merupakan mainan yang mudah anda temukan di toko mainan atau toko perlengkapan bayi.

Gelang Gemerincing (rattle)

Termasuk mainan klasik dan populer. Disetiap masa perkembangan, mainan jenis ini pasti ada. Mainan berupa gelang yang dirangkai dengan bahan menimbulkan bunyi gemerincing saat digoncangkan ini melatih koordinasi indera penglihat, pendengar dan tangan. Bayi akan terpesona dengan bunyi dan warna-warni bahan mainan ini yang sangat menarik. Selain melatih indera, mainan jenis ini memperkenalkan bayi pada logika sebab akibat. Ia tahu, jika digoncangkan mainan akan bergemerincing. Sejalan dengan perkembangan zaman, mainan jenis ini muncul dalam berbagai desain dan dapat dijumpai di semua toko perlengkapan bayi.

Boneka karet.

Biasanya dijual dalam bentuk boneka binatang yang berbunyi saat dipegang atau digigit. Selain dapat dimainkan sendirian, mainan ini dapat pula digunakan untuk bermain bersama orang tua saat mandi. Fungsi mainan ini mengasah indera sekaligus melatih perhatian dan memperkenalkan logika sebab-akibat karena mainan akan berbunyi jika digigit atau di genggam.

Obat Tradisional untuk anak

Indonesia merupakan negara yang kaya akan herba-herba yang berkhasiat. sedari jaman dahulu nenek moyang kita sudah menggunakan tanaman herbal untuk menyembuhkan berbagai penyakit. jika dibandingkan dengan obat kimiawi, obat herbal relatif aman untuk dikonsumsi sekaligus juga meminimalisir adanya efek samping. Berikut ini adalah beberapa resep obat tradisional turun-temurun dari nenek moyang kita untuk mengobati penyakit pada anak-anak :

* Penurun panas, batuk, dan pilek
Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun. Untuk ramuan minum: air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok teh madu, aduk, lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Bila usia anak di bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI yang intensif atau ibunya yang minum ramuan tersebut.

Pada anak yang agak besar, gunakan ramuan minum berupa air kunyit dan madu. Setengah sampai satu ruas jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dikerik kulitnya, diparut, lalu diberi air matang 1/2 cangkir, peras, kemudian diendapkan. Campur bagian air kunyit yang tanpa endapan dengan kocokan 1 butir kuning telur dan 1 sendok makan madu, kemudian disuapkan pada anak. Ramuan ini bisa untuk penurun panas seperti pada sakit cacar air, flu, atau apa saja.

* Perut kembung
Parut bawang merah dan tambahkan minyak telon. Kemudian tapelkan bawang yang sudah diparut tersebut di bagian pusar. Bisa juga, gunakan daun jarak pagar yang dihangatkan. Olesi dengan minyak kelapa, pilin-pilin, lalu tempelkan pada pusar si kecil.
bisa juga menggunakan ramuan air jeruk nipis ditambah beberapa tetes minyak telon atau minyak kayu putih, lalu usapkan ke bagian perut bayi/anak.

* Diare
Sediakan 1/2 jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dipotong-potong, 7 pucuk daun jambu biji, air 2 gelas, dan garam 1/4 sendok teh, rebus dengan api kecil. Minum airnya, 1 sendok teh satu jam sekali. Untuk mengusir gas, maka pusarnya ditapeli dengan parutan bawang merah yang sudah diberi minyak telon. Untuk anak yang sudah agak besar, boleh juga dengan mengunyah halus pucuk daun jambu klutuk yang sudah bersih ditambah garam lalu ditelan.

* Muntah-muntah
Muntah bisa disebabkan perut mual atau kembung. Sediakan 1/2 sendok teh ketumbar, 3 butir kapulaga, 5 butir adas hitam, dan air setengah gelas. Kemudian direbus. Setelah dingin, berikan ke anak sedikit-sedikit, sesering mungkin atau 2 jam sekali.
Boleh juga dibuatkan air beras kencur. Caranya, cuci 1 sendok makan beras dan direndam sebentar. Sangrai beras tersebut sampai berwarna kecokelatan, lalu ditumbuk halus bersama dengan 1 ruas jari kencur, 1 ruas jari kunyit, dan 1/4 sendok teh adas manis. Setelah itu diseduh dengan air panas, tambahkan gula merah, sedikit garam, dan asam jawa. Saring, lalu diminumkan pada anak agar tubuhnya hangat.

* Batuk
Sediakan air jeruk nipis 1 sendok makan ditambah madu 2 sendok makan dan air matang 2 sendok makan. Masukkan dalam cangkir dan kukus. Setelah agak dingin, minumkan pada anak sebanyak 1-2 sendok teh. Berikan sehari 5 kali.

* Batuk seratus hari
Sediakan umbi bidara upas sebesar 1/2 jempol yang sudah bersih, parut dan seduh dengan air panas, lalu aduk-aduk dan dinginkan. Saring dan tambahkan sedikit madu. Minum sampai habis. Buatlah ramuan ini 3 kali sehari. Bisa juga gunakan ramuan lidah buaya. Lidah buaya dikupas kulitnya dan ambil bagian dagingnya sebanyak dua jari, kemudian dicacah. Tambahkan air hangat dan madu, lalu diminumkan pada anak 1-2 kali sehari.

* Batuk karena angin atau dahak susah keluar
Sediakan 1 butir bawang merah diparut, 1 ruas jari jahe diparut dan diperas airnya, 7 butir adas manis, 1 ruas jari kunyit diparut dan diperas airnya, 1 sendok makan air jeruk nipis, dan 1/2 gelas air. Masukkan semua bahan di cangkir, kemudian kukus dan setelah itu saring. Minum 3 kali sehari masing-masing 2 sendok teh.

* Batuk berlendir
Campurkan air jahe 1 sendok makan, air kunyit 1 sendok makan, bawang putih 1 siung diparut, air jeruk nipis 1 sendok makan, madu 1 sendok makan, dan 3 sendok makan air matang, kemudian dikukus. Diminumkan 3-4 kali sehari 2 sendok teh.

* Pilek
Siapkan bawang merah yang diparut, lalu tapelkan pada tulang leher ketujuh (bagian tengkuk) dan ubun-ubun anak setelah sebelumnya diolesi minyak kayu putih. Beri juga minuman yang hangat-hangat, seperti minuman beras kencur. Selain itu, jemur anak di bawah sinar matahari pagi sekitar jam 7 atau di bawah jam 9 pagi. Panaskan bagian dada seperempat jam dan kemudian punggung seperempat jam. Ini bisa dilakukan sambil jalan-jalan pagi.

* Mata bintitan
Ambil getah dari batang tanaman patikan kebo atau getah dari batang pohon meniran. Tempelkan sedikit pada kapas, lalu oleskan pada bagian bintitnya, sedikit saja, jangan sampai terkena mata.

* Mata merah
Taruh 3 lembar daun sirih yang sudah dicuci bersih pada wadah mangkok. Seduh dengan air panas. Setelah airnya dingin, minta anak untuk mengedip-ngedipkan matanya dalam air tersebut.

* Sariawan
Ambil sebuah tomat matang, seduh dengan air panas dan kupas kulitnya. Haluskan tomat tersebut dengan menggunakan sendok, saring dan tambahkan sedikit gula. Beri anak minumam sari tomat tersebut.

* Tak nafsu makan
Hilangnya nafu makan dapat disebabkan cacingan atau hal lain seperti masuk angin. Cara mengatasinya, bersihkan 1 lembar daun jarak pagar, setelah itu hangatkan sebentar di atas tutup panci. Beri olesan minyak kelapa pada daun tersebut dan dipilin, kemudian tempelkan daun tersebut di atas pusar anak, yang sebelumnya sudah diolesi dengan minyak telon.

Bila usia anak sudah lebih dari setahun, coba berikan ramuan 1 telapak tangan daun pepaya, 1 ruas jari temu hitam/temu ireng, seruas jari tempe bosok (tempe kemarin), dan sedikit garam. Semua bahan ditumbuk halus, lalu peras pakai kain dan masukkan ke mulut anak. “Khasiat temu hitam untuk mengeluarkan cacing, sedangkan daun pepaya untuk menambah nafsu makannya, dan tempe bosok untuk stamina atau kekuatan tubuhnya.

Untuk menambah nafsu makan anak bisa juga dengan ramuan: 1 ruas jari temulawak, gula merah, air secukupnya, dan sedikit garam, kemudian rebus dan saring. Minumkan pada anak 1-2 sendok makan sehari

* Mimisan
Selembar daun sirih yang sudah dicuci bersih dipilin dan disumpalkan ke hidung anak. Untuk pengobatan dari dalam tubuh lakukan dengan ramuan: 1/2 jempol umbi bidara upas yang sudah bersih diparut dan diseduh dengan 1 cangkir air panas, kemudian disaring, dan setelah dingin diminumkan ke anak ditambah sedikit madu.

* Benjol karena benturan
Rendam 1 sendok makan beras. Tumbuk bersama kencur dan beri sedikit garam. Setelah halus, tempelkan ke bagian yang benjol.

Bisa juga diberi ramuan: bawang putih diparut dan diberi ramuan: bawang putih diparut dan diberi madu, setelah itu dioleskan ke bagian yang benjol.

* Keringat buntet
Sesering mungkin dibedaki tepung kanji. atau bisa juga dengan cara di kompres menggunakan air hangat.

* Congekan
Cuci bersih 3 lembar daun miana atau 7 lembar daun samiloto segar atau lengkuas merah muda, lalu tumbuk halus. Peras pakai kain bersih dan teteskan air perasannya ke telinga. Lakukan dua kali sehari, masing-masing 3 tetes.

* Panu
Dua jari langkuas merah diparut dan diberi sedikit cuka, oles-oleskan pagi dan sore atau malam hari pada bagian tubuh yang berpanu tersebut.

* Koreng atau borok kepala

Batang brotowali dipotong-potong sebanyak 5 jari. Rebus dengan sedikit air, oleskan pada bagian kepala.
Bisa juga diberi ramuan: daun brotowali, parutan kunyit dan sedikit garam ditumbuk halus. Oleskan ke kepala. Boleh juga hanya dengan kunyit saja.
Untuk mencegah terjadinya borok di kepala bayi atau anak anda, maka sedikitnya 2 hari sekali rambut anak harus dikeramas menggunakan sampo bayi, dan dibilas hingga bersih.

* Sakit gigi
Bawang putih diparut, ditambah sedikit garam, kemudian sumpal ke gigi yang sakit karena berlubang.

* Digigit nyamuk
Hilangkan bekas gigitannya dengan tanaman sambiloto yang diremas-remas dan dioleskan ke bagian bekas gigitan tersebut. Kalau tak ada sambiloto bisa digunakan minyak sereh.

* Asma
Sepuluh siung bawang putih diparut, ditambah madu 1 gelas, kemudian dikukus. Berikan pada anak sebanyak 1 sendok teh, dua kali sehari. Bisa juga, 10 siung bawang putih diparut, 1 ons gula batu, direbus bersama 1 gelas air.

* Luka-luka berdarah
Cuci bersih daun jambu biji atau daun bandotan, kemudian remas-remas. Tapelkan pada luka tersebut. Darah akan berhenti segera.

* Keracunan
Minum air kelapa hijau muda 3 kali sehari 1/4 gelas.

* Biduran atau kaligata
Balurkan tubuh dengan minyak telon, minyak kayu putih atau minyak tawon. Untuk ramuan minum: 1 jari temulawak dipotong-potong, beri sedikit gula merah, dan garam direbus dengan 1 gelas air. Saring dan bila sudah dingin diminumkan 3 kali sehari 1/4 gelas.

*memar/lebam
anak-anak biasanya sering jatuh,apalagi kalau yang baru tahap awal berjalan. dan seringkali meninggalkan luka memar di kulit. untuk mengobati luka memar tersebut cukup di oleskan madu atau minyak tawon sedikitnya 2 kali sehari, sebelumnya kompres luka memar menggunakan air hangat untuk membantu melancarkan peredaran darah sehingga kulit yang memar cepat pulih kembali.

P3K pada luka bakar/lebam/luka kulit terbuka (berdarah,sayat)

ambil sepotong daun lidah buaya, ambil lendirnya dan taruh diatas luka.

Semoga bermanfaat…

Filed under: kesehatan keluarga, Obat Tradisional Ditandai: | obat herbal untuk anak, obat herbal untuk bayi, Obat Tradisional, resep obat alami asli indonesia, resep obt herbal

Resep 2

Air Kelapa Muda & Kopi
Dapat digunakan untuk obat muntaber karena air kelapa muda banyak mengandung mineral kalium, yang banyak keluar ketika anak muntaber. Dosisnya tak ada takarannya, sekehendak anak. Dicampur dengan sedikit kopi (seujung sendok saja)

Brotowali (Putrawali, andawali)
Untuk pemakaian luar bermanfaat menyembuhkan luka-luka dan gatal-gatal akibat kudis (scabies). Caranya, 2-3 jari batang brotowali dipotong kecil-kecil, rebus dengan 6 gelas air. Setelah mendidih, biarkan selama 1/2 jam. Saring air dan gunakan untuk mengobati luka serta gatal-gatal.

Jeruk Nipis
Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya, campur 1 sdm air perasan jeruk nipis, 3 sdm madu murni, 5 sdm air matang, lalu ditim selama 30 menit. Takaran minum bayi antara usia 6-1 tahun : 2 kali 1/2 sdt ; anak 1-3 tahun : 2 kali 1 sdt; anak 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sdt.

Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas /cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk anak, 3 kali 1 sdt per hari.

Kentang
Untuk obat bisul. Caranya, parut kentang dan peras. Oleskan sari air dan parutan kendtang segar dioleskan pada bisul 3-4 kali per hari Bisa pula untuk ruam kulit yang disebabkan biang keringat atau keringat buntet (miliaria), karena sifat kentang yang mendinginkan.

Banglai (bangle, panglai, manglai, pandhiyang)
Untuk menenangkan bayi dan anak yang sering rewel pada malam hari, balurkan parutan banglai segal di kening dan badan anak.

Minyak zaitun
Untuk mengobati kerak kepala atau ketombe pada bayi (craddle crap), sebanyak 1-2 kali per hari dioleskan pada kulit kepala.

Lidah buaya
Untuk mengobati luka bakar pada bayi dan anak. Caranya dengan mengoleskan daging daun lidah buaya pada seluruh permukaan kulit yang menderita luka bakar.

Daun pepaya
Berkhasiat meningkatkan nafsu makan, menyembuhkan penyakit malaria, panas,beri-beri dan kejang perut. Caranya, daun pepaya muda ditumbuk, diperas, saring, lalu minum airnya.

Temulawak (koneng gede)
Untuk menambah nafsu makan. Caranya, 150 gram temulawak 50 gram kunyit segar dikupas, iris tipis, rendam dalam 500 cc madu kapuk dalam toples tertutup selama 2 minggu. Setelah 2 minggu ramuan siap untuk digunakan.Aturan minum 1 sendok makan madu temulawak dilarutkan dalam 1/2 cangkir air hangat, diminum pagi dan sore.

Kencur
Untuk meringankan batuk pada anak. Caranya, 5 gram kencur segar dicuci bersih, parut, lalu tambahkan 2 sdm air putih matang dan diaduk. Setelah disaring, tambahkan 1 sdm madu murni. Berikan 2-3 kali sehari.

Adas (fennel)
Teh adas dapat dipakai untuk meringankan bayi yang menderita kolik atau yang kesakitan akibat erupsi (keluarnya) gigi. Untuk obat masuk angin dan kolik, caranya 1sdt teh adas dilarutkan dengan 1 cangkir air mendidih, aduk hingga larut. Setelah agak dingin, larutan dapat diminumkan pada bayi/anak dengan takaran sesuai umurnya.

Buzz It

Makanan Lumat untuk bayi 6 bulan

Saat mulai memberi si kecil makanan padat, jangan bertubi-tubi memberi aneka jenis makanan dalam waktu singkat. Beri jeda beberapa hari antara setiap jenis makanan baru, sehingga tidak terlalu memaksa anak. Anda pun punya cukup waktu untuk memantau kalau-kalau ada masalah yang timbul berkaitan dengan makanan tertentu.


Juga, biarkan bayi memutuskan berapa banyak makanan yang mau ditelannya. Untuk beberapa jenis makanan—dalam sehari—bayi Anda bisa jadi kelihatannya tidak makan terlalu banyak. Sedangkan bayi lain malah kelihatan sangat rakus. Tidak usah pusing. Ikuti saja apa maunya. Yang penting, Anda selalu memantau proses tumbuh kembangnya secara teratur.

Bagaimana memulainya?
Setelah usia 6 bulan, makanan padat pertama si kecil ini adalah makanan lumat, yakni bubur susu dan buah. Selama 2 minggu pertama, si kecil cukup diberi dua jenis makanan ini. Makanan lumat mudah dicerna dan cepat meninggalkan lambung si kecil. Pemberian makanan lumat ini dimulai dalam bentuk encer dan jumlahnya sedikit. Secara bertahap, makanan dikentalkan serta jumlahnya ditambah.

Pemberian secara bertahap ini perlu dilakukan karena sampai usia ini, jenis makanan yang paling bayi kenal adalah ASI (dan ia masih tetap membutuhkannya sampai usia 2 tahun). Jika ia mendorong keluar makanan atau menutup mulut rapat-rapat, jangan paksa. Mungkin ia belum siap untuk makan makanan padat.

Setelah bayi berhasil melalui masa 2 minggu ini dengan baik, Anda bisa memberinya makanan lunak, yakni nasi tim saring, sebanyak 1 kali dalam sehari. Nasi tim ini harus terdiri dari sumber karbohidrat, sumber protein, serta sumber zat pengatur.

Bagaimana dengan buah? Sebaiknya disajikan dengan cara disaring dan mulailah dengan buah berserat rendah. Misalnya, jeruk, pisang, pepaya, dan avokad. Secara bertahap, Anda boleh memberinya buah lain.

Peralihan dari makanan lumat ke makanan lunak juga perlu dilakukan secara bertahap. Ini berarti, Anda perlu mengatur kekasaran teksturnya. Awalnya, pilih sayur berserat rendah, seperti wortel, tomat, bayam, dan sebagainya. Setelahnya, Anda bisa memberinya brokoli dan lainnya.

Makan dari sendok butuh keterampilan tersendiri. Bisa jadi, Anda harus uji coba selama beberapa kali sampai bayi betul-betul terbiasa. Di usia ini, kebanyakan pemenuhan kalori masih berasal dari ASI. Dan tujuan utama mengenalkan makanan padat pada bayi adalah mengajarinya cara makan yang benar-benar berbeda serta memperkenalkan aneka citarasa dan tekstur makanan baru. Yang terpenting, buat proses belajar mengenal makanan baru jadi pengalaman yang menyenangkan.

Pentingnya Variasi
Untuk memperkenalkan makanan pada bayi, mulailah dengan 1 jenis makanan. Tunggu paling tidak selama 4 hari sebelum mengenalkan makanan jenis lain. Adanya tenggang waktu membuat bayi makin mengenal dan bisa menerima makanan barunya. Reaksi alergi biasanya baru muncul beberapa hari setelah jenis makanan itu dikonsumsi. Jika timbul reaksi alergi jenis tertentu, Anda jadi tahu persis penyebabnya.

Sebagian pakar percaya, penting untuk mulai memperkenalkan sayuran hijau dulu, sehingga pola citarasa bayi tidak ‘termanjakan’ dengan rasa manis dari buah-buahan. Sebagian pakar lagi menganggap itu hanya mitos belaka. Menurut mereka, bayi terlahir dengan menyukai yang manis-manis. Anda bisa mengombinasikan kedua pendapat ini, dan melihat mana yang paling pas buat bayi Anda.

Yang pasti, mengombinasikan berbagai jenis makanan akan membuat bayi tidak cepat bosan, memicu selera makannya plus tidak menjadikannya si pemilih makanan. Jangan sampai ia terbiasa makan makanan yang itu-itu saja. Ia bisa kekurangan gizi yang dibutuhkannya.

Jadikan Sebagai Rutinitas
Waktu makan—sarapan, makan siang dan makan malam—harus Anda terapkan secara konsisten. Ini bukannya tanpa alasan. Sistem pencernaan bayi perlu dilatih untuk belajar menerima, mencerna, serta menyerap makanan pada waktu-waktu yang ditentukan.

Untuk masing-masing waktu makan itu, sajikan kelompok makanan yang ada dalam tabel ‘Jadwal pemberian makanan si kecil’. Perlu dicatat, kalau kenyang si kecil akan memberi sinyal. Misalnya, menjulurkan lidah atau memalingkan kepala. Jadi, jangan takut si kecil akan makan secara berlebihan.

Mulai Memperkenalkan Biskuit
Anda sudah bisa mulai memberi biskuit bayi sebagai camilan di antara waktu makan. Koordinasi antara mata dan tangannya sudah cukup baik, sehingga ia bisa membawa tangannya ke mulut. Pada umur 7 bulan, rata-rata bayi sudah mampu makan sendiri biskuitnya.

Umumnya, tekstur biskuit yang lembut membuat bayi mudah mengemutnya, bahkan akan membantu merangsang pertumbuhan giginya.

Obat Batuk untuk Bayi

Resep 1

Mempunyai bayi memang sangat menyenangkan,kita bisa terhibur saat melihatnya tertawa, atau tingkah lucu lainnya.

tetapi, saat anak kita sakit, maka hilanglah keceriaannya.
Ya anak-anak kecil memang rentan dan mudah terkena penyakit dikarenakan sistem imun di tubuhnya belum lengkap.
penyakit yang sering menyerang anak-anak atau bayi antara lain batuk dan pilek.

jika batuk/pilek menyerang bayi/anak kita, jangan panik. beberapa orang tua terkadang sangat panik kalau anakknya kena batuk/pilek.alternatif pertama biasanya mereka akan membawa anaknya ke dokter. padahal di dokter biasanya anak kita hanya diberi obat penurun panas, dan obat batuk/pilek yang terbuat dari bahan kimia.

kasihan ya anak kita, sedari kecil harus sudah menelan berbagai bahan kimia dari obat-obatan yang kita berikan.
padahal banyak sekali alternatif obat tradisional warisan leluhur (:D). yang relatif lebih aman dan bisa dikatakan tidak ada efek sampingnya.

untuk mengobati batuk :

bahan : Madu + jeruk nipis (1:1) untuk 6 bulan keatas
atau
air perasan kencur + madu bisa dibawah 6 bulan

cara membuat :

peras jeruk nipis, saring dan campurkan dengan madu.
lalu bungkus dengan plastik dan kukus sebentar .

Resep 2

air perasan daun saga ditambah gula dan garam sedikit


setelah itu, biarkan agak dingin, dan minumkan ke bayi kita setiap pagi dan sore hari (2x sehari).

rasanya, mmm segar , manis+kecut2 sedikit ( buktinya Isa suka …)

catatan : bisa dibuat banyak sekaligus. biar tahan lama, simpan dalan wadah yang tertutup rapat, lalu taruh dikulkas. kalau mau diminumkan tinggal dipanaskan (wadahnya disiram air panas/air hangat)

resep 3

Untuk anak yang masih berumur 1 bulan, sebaiknya diberi obat herbal aja. Pakailah kunyit diparut kemudian diperas. Lebih bagus dicampur madu 1 sedok teh dan sedikit air jeruk nipis. Kemudian airnya diminumkan kepada anak. Sebelumnya perasan kunyit diendapkan dulu, jangan langsung diminu

Kamis, 23 Desember 2010

Mengoptimalkan Perkembangan Motor Bayi 0-12 Bulan

Mengoptimalkan Perkembangan Motor Bayi 0-12 Bulan

Pendahuluan

Tumbuh kembang seorang anak di tahun pertamanya memang sangat
menakjubkan. Bayangkan saja, dari seorang bayi yg tak berdaya ketika
lahir, ia akan memiliki sejumlah kepandaian yg mempesonakan kita, kedua
orang tuanya.

Awalnya, tubuh bayinya yg mungil memang hanya mampu menggerakkan kepala,
tangan dan kakinya. Pada saat ini, refleks tubuhnyalah yg bekerja
sempurna. Ya, perkembangan bayi memang diawali dengan gerakan refleks,
yaitu gerakan-gerakan yg terjadi secara otomatis, tanpa disadari.

Seiring dengan menghilangnya kemampuan refleks bayi, secara bertahapa
kemampuan motoriknya berkembang. Ia tidak saja mampu mengangkat kepala
dan memabalikkan tubuhnya, tetapi juga mencoba merangkak. Lalu dengan
bertambhanya usia, si kecil kemudian akan mampu duduk, merangkak,
berdiri, lalu..berjalan !

Nah, agar ketrampilan motorik bayi tumbuh dan berkembang optimal,
sebagai orang tua kita perlu memahami tahap-tahap perkembangannya dan
memberikan stimuli atau rangsangan yg tepat sesuai tahap perkembangannya
tersebut. Dengan semikian, bila terjadi keterlambatan atau gangguan pada
ketrampilan motorik si kecil, bisa segera terdeteksi dan dikoreksi.


Tahap-tahap Perkembangan Motor

Pada dasarnya, yg dimaksud dengan perkembangan motorik adalah proses
tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Secara umum, perkembangan
motor dibagi menjadi dua yaitu motor kasar dan motor halus.

Motor kasar adalah bagian dari aktivitas motor yg melibatkan
ketrampilanotot-otot besar. Gerakan-gerakan seperti tengkurap, duduk,
merangkak, dan mengangkat leher adalah bagian dari aktivitas motor
kasar. Gerakan inilah yg pertama terjadi pada tahun pertama usia anak.

Sedangkan motor halus merupakan aktivitas ketrampilan yg melibatkan
gerakan otot-oto kecil. Menggambar, meronce manik-manik, menulis dan
makan adalah contoh beberapa gerakan motor halus. Kemampuan motor halus
ini berkembang setelah kemampuan motor kasar si kecil berkembang
optimal.

Yang perlu diingat, sebagai makhluk kecil yg "tak berdaya", bayi sangat
tergantung kepada orang lain. Karena itu, dalam perkembangan motor
kasarnya, si kecil sangat memerlukan bantuan orang lain, khususnya kedua
orang tuanya.


A. Usia 0-3 bulan.

Sampai kurang lebih usia 3 bulan, gerakan refleks yg memang sudah
terjadi pada saat ia masiha da dalam kandungan masih dominan. Ini adalah
gerakan di luar kesadaran si bayi, tidak terkoordinasi dan meriupakan
gerak primitif. Gerak motor kasar ini muncul jika gerak refkleks si
kecil telah hilang. Gerakan refleks yg muncul pada bayi adalah :
Refleks hisap
Perhatikan bila Anda menyentuh putting susu ke ujung mulut bayi, maka
otomatis ia akan melakukan gerakan menghisap

Refleks genggam
Bila Anda menyodorkan jari telunjuk kepadanya, si kecil otomatis akan
menggenggam jari Anda

Refleks leher (tonic neck refklex)
Pada posisi terlentang, jika kepala bayi menoleh ke satu sisi maka
terjadi ekstensi atau peningkatan tonus (kekuatan otot) pada lengan dan
tungkai sisi tersebut

Rooting reflex
Jika pipi bayi disentuh, kepala akan menoleh ke arah stimulus dan mulut
terbuka.


Ada satu refleks lain yg diperlihatkan bayi pada minggu-minggu pertama
kehidupannya, yaitu refleks moro. Berebda dengan refleks lainnya yg
termasuk kategori gerakan motor, refleks moro ini menurut para ahli
sebetulnya termasuk reaksi emosional yg timbul dari kemauan atau
kesadaran si bayi.

Refleks moro ini timbul kalau bayi dikagetkan secara tiba-tiba atau
mendengar suara keras, bayi melakukan gerakan refleks, yaitu
melengkungkan badan (bagian punggung) dan mendongakkan kepalanya ke arah
belakang. Bersamaan dengan gerakan tersebut, kaki dan tangan bayi
digerakkan ke depan. Reaksi sesaat ini biasanya diiringi dengan tangisan
yg keras. Tetapi Anda tidak usah khawatir dengan kondisi ini, karena
refleks moro akan hilang dengan sendirinya dalam waktu yg singkat.

Pada bulan ke-2 dan 3 gerakan refleks bayi akan mulai menghilang. Kini
mulai muncul gerak motor kasar. Gerak ini tentu saja lebih terarah,
seperti dapat dilihat pada gerakan otot lehernya. Ia kini dapat
mengangkat kepalanya karena otot lehernya semakin kuat. Bila tengkurap,
si kecil akan mengangkat kepalanya. Bukan itu saja, bila didudukkan,
bayi usia inipun sudah dapat menegakkan kepalanya


Tabel : Perkembangan & Rangsangan Motor Bayi Usia 0-3 Bulan

Perkembangan motor kasar Rangsangan yg diberikan
Tangan dan kaki bergerak aktif
Mengangkat kepala dalam posisi tengkurap Membaringkan bayi dalam
posisi tengkurap
Dalam posisi tengkurap dapat mengangkat dada (masuk usia 3 bulan)
Panggil namanya atau bertepuk tangan sambil tersenyum padanya
Kepala tegak ketika didudukkan Melatihnya duduk







B. Usia 4-6 bulan

Setelah gerak reflek menghilang dan gerak motorik mulai muncul, maka
aktivitas si kecil makin bermacam-macam. Pada usia 4 bulan, misalnya, si
kecil sudah dapat tengkurap dan terlentang, menumpu badan pada kaki,
serta dada terangkat menumpu pada lengan.

Di bulan ke-5 usianya, gerakan beyi semakin bervariasi. Otot leher dan
otot tangan bayi, misalnya, semakin menguat. Ia kini sudah pandai
berputar dengan menggunakan tangannya. Ketika diletakkan terlentang, ia
menggunakan tangannya untuk mendorong dna berguling membalikkan
badannya.

Bukan hanya berguling. Kini kaki si kecilpun semakin lincah
beraktivitas. Ia akan sering menendang, menggeserkan kaki atau
mendorong-dorongkan kakinya. Seiring dengan makin lincahnya gerakan kaki
si kecil, otot leher dan punggungnya pun menjadi lebih kuat. Mulai usia
6 bulan bayi kini mulai belajar duduk tanpa pegangan, walapun untuk ini
ia masih harus dibantu. Dengan bantuan Anda ia dapat duduk selama
beberapa saat.

Pada bulan ke-6 timbul suatu kepandaian lain dari si kecil yg dapat
membuat orang tua merasa "frustasi". Di bulan ke-6 ini ia mulai senang
melempar dan menjatuhkan mainan atau benda-benda yg ada di sekitarnya.
Terkadang, bayi menangis karena tidak dapat menemukan benda yg dapat
dijatuhkan atau dilemparnya. Kesenangan baru si kecil ini mungkin
membuat anda merasa jengkel karena setiap kali anda memungut benda yg
dibuangnya, seletika itu pula ia melemparkannya kembali. Tetapi
ingatlah, kegiatan ini merupakan cara si kecil untuk mengembangkan
persepsinya terhadap ruang


Tabel : Perkembangan & Rangsang Motorik Bayi Usia 4-6 Bulan

Perkembangan Motor Kasar Rangsangan yg Diberikan
Tengkurap dan terlentang sendiri.
Membalikkan badan. Serign meletakkan bayi dalam posisi tengkurap
Bila si kecil sedang tengkurap, balikkan tubuhnya. Atau sebaliknya, bila
ia telentang balikkan badannya hingga ia tengkurap
Menumpu badan pada kaki bila dipegang pada ketiak (diberdirikan)
Melempar atau menjatuhkan benda-benda yg dapat digenggamnya.
Bisa duduk sendiri tanpa pegangan. Beri mainan dari plastik yg
dapat digenggam, dilempar dan dijatuhkan, seperti mainan berbunyi yg
tidak mudah pecah, kubus-kubus kayu, cangkir plastik atau bola
Bisa duduk sendiri tanpa pegangan Dudukkan anak di pangkuan dengan
menghadap keluar dan bersandar pada perut Anda. Lalu, pegang mainan
(kerincingan) pada jarak penglihatannya. Usahakan agar si kecil tertarik
sehingga ia berusaha meraihnya. Bila ia tertarik dan ingin meraih
kerincingan tersebut, jauhkan si kecil sedikit demi sedikit sampai si
kecil tidak bersandar lagi



C. Usia 7-9 bulan

Di bulan ke-7 ini bayi mulai senang mengangkat dan menurunkan bokong
serta punggungnya. Ketrampilan kakinya juga ditunjukkan olehnya,
misalnya saat ia diberdirikan di pangkuan kita si kecil pasti akan
meloncat-loncat gembira menggoyang-goyangkan kedua kakinya.

Merangkak merupakan aktivitas menonjol yg banyak mendapat sorotan dari
orang tua. Di usia ke-8 bulan bayi mulai merangkak dan mengesot
sepanjang lantai. Kepandaiannya merangkak membuat si kecil senang
"berjalan" kesana kemari.

Selain itu otot punggung dan bahu si kecil sudah semakin terkontrol.
Oleh karena itu ia kini bisa duduk sendiri tanpa bantuan dari kedua
orangtuanya. Selain duduk tanpa dibantu anak usia 8 bulan juga mulai
dapat menarik tubuhnya ke dalam posisi berdiri. Dengan latihan berdiri
ini si kecil sebetulnya melatih perkembangan otot kakinya. Ia jadi
senang menggoyang-goyangkan tubuhnya ke depan dan ke belakang. Kekuatan
otonya ini akan membantunya merangkak dengan cepat.

Tahap selanjutnya, bayi akan berlatih berdiri dengan kedua tangannya
bertumpu pada kursi, meja atau perabot rumah tangga lainnya yg dapat
menahan berat badannya. Lihatlah ketika ia tengkurap atau merangkak,
kedua tangannya akan berusaha memegang meja atau kursi kecil. Lalu
sambil berpegangan, secara perlahan ia akan mengangkat tubuhnya untuk
berdiri. Dari berdiri ia pun kini dapat duduk sendiri tanpa bantuan.

Tahap selanjutnya adalah merambat. Jika ia sudha pandai berdiri sambil
berpegangan, kedua tangan yg bertumpu akan bergeser ke samping, diikuti
oleh kakinya. Tetapi di usia ke-8 bulan ini si kecil belum mampu untuk
duduk kembali tanpa bantuan. Karena itu jangan membiarkan si kecil tanpa
pengawasan.

Di usia 9 bulan kepandaian si kecil dalam belajar berjalan sudah semakin
pintar. Jika anda memegang kedua tangannya ia akan berlatih menapakkan
serta melangkahkan kedua kakinya. Pada saat ini si kecil semakin giat
melatih oto-otot kakinya sehingga dapat cepat berjalan. Seiring dengan
latihan jalannya bayi juga semakin "aksi" memperlihatkan kepandaian
merangkak yg sudah ditunjukkan di usianya yg ke-8.


Tabel : Perkembangan & Rangsan Motor Bayi Usia 7-9 Bulan

Perkembangan Motor Kasar Rangsangan yg diberikan
Bila digendong dan diberdirikan dipangkuan anda, bayi akan
meloncat-loncat.

Senang mengakat dan menurunkan bokong serta punggungnya Sering-seringlah
ia diberdirikan di pangkuan anda. Jangan takut tungkainya akan bengkok
atau patah karena sebetulnya ia sedang melatih kekuatan kakinya untuk
menahan berat badannya
Bayi sudah dapat berdiri dengan kedua tangannya berpegangan pada meja
atau kursi, lalu menggeser kakinya satu persatu ke arah samping

Merangkak

Bisa duduk sendiri tanpa bantuan dari orang tuanya. Selain duduk tanpa
dibantu, anak usia 8 bulan dapat menarik tubuhnya ke dalam posisi
berdiri Beri meja atau bangku yang rendah

Pegang kedua pinggang bayi dan gerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri
untuk melatihnya berdiri

Melatihnya merangkak dengan meletakkan bayi di ruangan yg luas (dan
bersih) yg memungkinkan si kecil berjalan merangkak kesana kemari.
Letakkan mainan, misalnya bola, dan mainkan bola tersebut agar si kecil
tertarik untuk mengambilnya. Si kecil akan berusaha mendapatkan bola
tersebut dengan cara merangkak. Jika ia sudah mendapatkannya beri pujian
dan katakan bahwa ia pintar. Tetapi tetap awasi, mungkin di sekitar
rurangan ada benda-benda yg berbahaya, seperti stop kontak.

Si kecil mulai belajar berjalan Sering-seringlah melatih si kecil jalan
dengan cara memegang kedua tangannya lalu biarkan ia melangkahkan
kakinya selangkah demi selangkah dan bimbing ke suatu tempat. Beri
ciuman pada pipi si kecil bila ia berhasil sampai di "tempat tujuan"
agar lebih bersemangat lagi berlatih jalan
Duduk tanpa bantuan




D. Usia 10-12 bulan

Menjelang usianya satu tahun, kepandaian serta ketrampilan bayi makin
berkembang. Tonggak kepandaian motor kasarnya yg paling menonjol pada
usia ini adalah semakin mahirnya ia melangkahkan kakinya. Kini si kecil
semakin rajin melangkahkan kakinya ke samping sambil berpegangan pada
perabot rumah tangga. :Jatuh bangun" adalah hal yg biasa yg akan dialami
bayi dalam mengoptimalkan kemampuan jalannya. Oleh karena itu, sekali
lagi, keamanan di sekitar anak harus terjaga.

Di usia 10 bulan bayi sudah dapat duduk tanpa bantuan. Dengan
menggunakan kekuatan otot lengan dan bahunya si kecil juga mulai mampu
membangkitkan tubuhnya ke posisi berdiri. Semua ketrampilan ini bisa
dilakukan bayi karena ia semakin pandai mengontrol otot punggung dan
bahu. Selain membangkitkan tubuhnya ke posisi berdiri si kecil juga
senang melakukan aktivitas bangkit dari duduk untuk kemudian duduk
kembali.

Mulai usianya yg ke-11 bulan, yg paling menonjoldalam kemampuan motor
kasar si kecil adalah dapar berdiri sendiri dalam waktu kurang lebih 2
detik. Pada saat ini tampaknya si kecil suka berdiri tanpa bantuan
apapun. Hal ini terjadi karena kontrol dirinya akan keseimbangan semakin
berkembang, sehingga membuat si kecil terbiasa berdiri di atas kedua
kakinya.

Dalam melakukan aktivitas berlatih berdri tanpa bantuan ini, si kecil
akan meluruskan tungkainya dari posisi tengkurap atau duduk. Lalu ia
akan mengangkat tubuhnya dengan bertumpu pada kedua telapak tangannya.
Kesenangan barunya ini membuat bayi "malas" untuk duduk kembali.
Kalaupun ingin kembali ke posisi duduk, ia akan berpegangan apda meja.
Lagipula si kecil kini sudah dapat berdiri tegak 900 secara gagah dan
dilanjutkannya denganberjalan dua tiga langkah yg akan dicobanya lagi
terus menerus untuk meyakinkan dirinya, bahwa ia sekarang dapat menapak
dunia tanpa bantuan siapapun.

Selain sudah dapat berdiri sendiri, si kecil kini akan menjadi tukang
panjat. Sekarang ia akan mencoba memanjat barang-barang yg tampaknya
menarik untuk didaki seperti meja, kursi dan tangga. Jika menemukan
barang yg dapat dipanjat dengan lincah si kecil akan memanjatnya. Oleh
karena itu jangan tinggalkan si kecil memanjat tanpa pengawasan.

Memasuki usia 12 bulan sebagian besar bayi telah siap untuk jalan walau
kelihatan masih limbung. Berjalan merupakan pengalaman baru yg amat
mengasyikkan. Namun kadang-kadang si kecil memilih merangkak ketika
bermain, mungkin karena aktivitas ini dapat membuatnya bergerak lebih
cepat.

Berjalan merupakan aktivitas yg memukau dan dianggap oleh banyak orang
sebagai satu tonggak bersejarah dalam perkembangan fisik anak. Dapat
berjalan merupakan pencapaian puncak dari aktivitas motor kasar.


Tabel : Perkembangan & Rangsangan Motor Bayi Usia 10-12 Bulan

Perkembangan Motor Kasar Rangsangan yg diberikan
Bangkit untuk berdiri

Bangkit lalu duduk Dudukkan bayi di permukaan seperti lantai atau
kasur, dan biarkan ia mencoba sendiri untuk berdiri atau bangkit untuk
kemudian duduk sendiri
Mulai mampu memanjat ketinggian 15-30 cm



Berdiri tegak 900 di tempat dalam waktu sekitar 2 detik tanpa pegangan
Dudukkan bayi di lantai dan beri mainan yg disukainya. Ambil mainan
tersebut dan letakkan di tempat yg lebih tinggi. Usahakan ia melihat
mainan tersebut dipindahkan dan katakan "Ambil nak", sambil
menepuk-nepuk tempat tersebut. Anak akan berusaha meraih mainan tersebut
dengan merambat, lalu memanjat tempat tinggi tersebut. Dampingi anak
dari belakangsambil beri dorongan. Jika ia menemukan kesulitan bantu
dengan mendorong pantatnya.
Mulai dapat berjalan walau masih 2-3 langkah dan kemudian jatuh terduduk
kaerna keseimbangannya belum sempurna.


Ketika sudah meulai berjalan, langkah si kecil masih limbung.

Sudah dapat berjalan.


Kadang-kadang walaupun sudah dapat berjalan si keicl masih suka
merangkak, karena aktivitas ini berlangsung lebih cepat, ap jika ia
menginginkan sesuatu benda yg jauh untuk dijangkaunya Sekali-kali
ajaklah si keicl berjalan di luar ruangan, misalnya di halaman rumah
atau taman. Ia membutuhkan ruang yg luas untuk mencoba kaki-kakinya
bergerak lincah.

Biarkan ia menjelajah ruangan dengan kakinya tanpa dipegang, yg penting
awasi agar ia tidak membentur benda keras seperti ujung meja


Tiap Anak Berbeda

Sebagai orang tua hal penting yg harus anda sadari adalah bahwa
kemampuan motor kasar setiap anak berbeda. Memang sebagian besar anak
sudah dapat berjalan pada usia 12 bulan, misalnya. Akan tetapi bukan
tindak mungkin ada anak yg sudha dapt berjalan dengan baik saat berusia
8 bulan, atau sebaliknya, ada anak yg baru dapat berjalan pada usia 14
bulan. Yang penting anda amati dalam fase berjalan ini adalah, anak
banyak melatih dirinya sendiri sebelum belajar berjalan. Misalnya saja
di usia 10 bulan ia sudah dapat melangakkan kakinya sambil tangannya
anda pegang (fase latihan berjalan). Itu artinya ia memiliki kemampuan
untuk dapat berjalan. Hanya saja, mungkin ia membutuhkan waktu lebih
banyak dari anak lainnya untuk sampai pada tahap proses berjalan tanpa
bantuan.

Memang hal yg sulit untuk membedakan apakah perkembangan motor kasar si
kecil sudah termasuk mnormal atau tidak, karna laju perkembangan setiap
anak berbeda. Yang penting bagi anda adalah, memantau perkembangan motor
anak, apakah terlambat atau sesuai jadwal

Bila ada keterlambatan maka hal inilah yg perlu diperhatikan dengan
seksama. Karena ada kemungkinan jika perkembangan motor anak sudah
terlambat sejak awal, maka keterlambatan itu akan merembet pada
perkembangan motor lainnya. Misalnya saja bayi berusia 5 bulan masih
mengepalkan tangannya saat digendong dan membanting-bantingkan dirinya
ke belakang, curigailah bawah hal ini bukan keterlambatan yg normal.


Jika Perkembangan Motor Terlambat

Sebenarnya anda dapat mendeteksi keterlambatan motorik aksar anak.
Gejala-gejala tersebut antara lain :

a. Bayi terlalu kaku atau terlalu lemah

Perhatikanlah apabila si kecil terus berbaring tanpa melakukan gerakan
apapun serta kepalanya tidak dapat diangkat saat digendong. Ini
menunjukkan motorik aksar si kecil terlalu lemah.

b. Gerak anak kurang aktif

Perhatikan bila gerak anak kurang aktif jika dibandingkan dengan anak
sebayanya. Misalnya pada usia 6 bulan belum dapat tengkurap.

Kapan Kita Perlu Waspada ?

a. Ukuran kepala abnormal

Anak yg kepalanya terlalu besar atau terlalu kecil dibandingkan dengan
anak sebayanya. Misalnya kasus Hidrosefalus (cairan menimbun dalam otak)
atau mikrosefalus (kepala kecil akrena otak tidak tumbuh dengan
maksimal)


b. Proses persalinan tidak mulus

Proses kelahiran sulit misalnya persalinan macet (bayi tidak dapat
keluar sehingga bayi tidak langsung menangis) ini juga dapat mengganggu
perkembangan motor kasar si kecil



Penyebab keterlambatan motor kasar.

Penyebab ketelambatan motor kasar, menunjukkan adanya kerusakan pada
susunan saraf pusat seperti Celebral Palsy (gangguan sistem motorik yg
disebabkan oleh kerusakan bagian otak yg mengatur otot-otot tubuh),
perdarahan otak, benturan (trauma) kepala yg berat, adanya kelainan
sumsum tulang belakang, penyakit saraf tepi, atau Poliomielitis yg
menyebabkan kelumpuhan, dan terakhir Distrofia Muskulorum atau penyakit
otot.


Faktor pengahambat lainnya.

Selain berbagi penyebab keterlambatan motorik kasar anak, ada juga
faktor-faktor yg dapat mengahambat motorik aksar anak, yaitu :

Trauma di kepala, misalnya akibat kelahiran yg sulit
Anak yg memiliki intelegensia rendah
Kelahiran prematur

Anak kekurangan gizi sehingga otot-otot tubuhnya tidak berkembang dengan
baik dan ia tidka memiliki tenaga yg cukup untuk melakukan aktivitas

Anak yg sangat behati-hati ketika belajar berjalan. Anak takut jatuh
atau cedera, padahal ia sudah dapat berjalan sambil dipegang tangannya.
Tetapi kalau pegangannya lepas si kecil akan mogok berjalan dan langsung
duduk.

Orangtua yg terlalu protekftif (melindungi) sehingga menghambat anak
untuk melatih ketrampilan motorik kasarnya.


Cara Mengatasi Keterlambatan

Jika memang ditemukan adanya keterlambatan dalam perkembangan motor
kasar si kecil, harus segera ditelusuri penyebabnya sebelum menentukan
apa yg harus dilakukan. Bila penyebabnya karena masalah perbedaan pola
asuh (terhadap jenis kelamina anak) atau orangtua yg terlalu protekftif,
maka pertama-tama yg harus diubah adalah sikpa orang tua. Orang tua
harus membiarkan anak bergerak bebas sebatas tidka membahayakan si
kecil. Dengan upaya ini si kecil semakin terpicu untuk melatih semua
tahap perkembangan motor kasarnya.

Tetapi kalau penyebab keterlambatan tersebut karena kelainan tubuh
tertentu maka harus dikonsultasikan dengan dokter anak. Berbagai
kelainan tersebut misalnya otot yg tidak berkembang secara optimal atau
karena adanya gangguan saraf tepi, kelainan sumsum tulang belakang,
kurangnya tenaga untuk beraktivitas, ukuran kepala bayi yg abnormal
serta kerusakan susunan saraf pusat. Melalui berbagai pemeriksaan dokter
dapt mendiagnosa penyebabnya dan mengatasi gangguannya.

Selain kedua hal di atas masalah keterlambatan perkembangan motor kasar
si kecil dapat pula disebabkan kurangnya ia bergerak atau kurangnya
rangsangan. Kalau hal ini yg terjadi tata laksana yg dapat dilakukan
adalah dengan rehabilitasi medik antara lain melalui fisioterapi.
Fisioterapi dapat menajdi salah satu alternatif jalan keluar yaitu
dengan melatih otot-otot tubuh si kecil sehingga kemampuan motor
kasarnya diharapkan berkembang optimal.

Untuk menjadi manusia yg sempurna sejak dalam kandungan bayi mengalami
proses tumbu kembang yg kompleks. Dan hal ini berlangsung tahp demi
tahap seiring dengan bertambahnya usia seorang anak. Bisa saja tahapan
perkembangan motor anak tidak sesuai dengan perkembangan normal. Karena
pertumbuhan dan perkembangan setiap anak memang tidak sama, tetapi
seperti diketahui, keterlambatan ini ada yg tergolong normal, sebaliknya
ada yg tidak. Bila masih tergolong normal dengan lingkungan yg mendukung
atau rangsangan yg tepat maka keterlambatan ini bisa dikejar. Tapi bila
keterlambatannya karena suatu kelainan maka anak harus mendapat
penanganan yg tepat.

Oleh karena itu disinilah peran penting orang tua untuk memantau dan
memperhatikan perkembangan anak tahap demi tahap. Dengan demikian bila
ada kelainan dapat segera diketahui dan ditangani secara cepaat dan
tepat.



Sumber : Bonus buklet majalaha Ayahbunda 2002.








www.rustamaji.com